BANDUNG – ARS University menggelar OrientARS bagi mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026–2027 pada 29–30 September 2026. Kegiatan dua hari tersebut menjadi rangkaian pengenalan kehidupan kampus yang memadukan penyambutan mahasiswa baru, pembekalan wawasan kebangsaan, orientasi akademik, hingga pengenalan organisasi mahasiswa.

Rangkaian hari pertama diawali dengan registrasi dan pengondisian mahasiswa baru. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara penerimaan yang meliputi menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyematan jas almamater, pembacaan janji mahasiswa, hingga sambutan penerimaan dari Rektor ARS University.
Setelah prosesi penerimaan, mahasiswa baru mendapat materi mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa, serta pembinaan kesadaran bela negara. Mereka juga mengikuti materi mengenai kekerasan seksual di lingkungan kampus yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Materi tersebut sejalan dengan arah PKKMB 2026 yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Panduan tahun ini menekankan pentingnya masa pengenalan kampus untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Perguruan tinggi juga diarahkan memastikan pelaksanaan PKKMB berlangsung aman, humanis, dan bebas dari kekerasan.
Suasana kemudian berlanjut melalui Inaugurasi, pengenalan BEM, serta penampilan organisasi mahasiswa. Sejumlah ORMAWA memperkenalkan aktivitas mereka melalui rangkaian penampilan yang melibatkan ARS Choir, HIMAKOM, hingga organisasi mahasiswa lainnya.
Memasuki hari kedua, mahasiswa baru mengikuti Parade ORMAWA dan Orientasi Akademik yang melibatkan dekan, ketua program studi, serta himpunan mahasiswa. Kegiatan dilanjutkan dengan forum group discussion, pengenalan UKM dan UBM melalui sesi stand to stand, serta rangkaian kegiatan bersama ORMAWA dan panitia sebelum OrientARS ditutup.
Baca juga: Hujan – Tere Liye: Kehilangan yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi
Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan perkuliahan, tetapi juga diarahkan untuk memahami kehidupan akademik, organisasi, serta nilai-nilai yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan. Secara substansi, kegiatan ini berkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) karena mendukung proses pembelajaran dan adaptasi mahasiswa di pendidikan tinggi. Materi mengenai pencegahan kekerasan seksual juga relevan dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender), khususnya target penghapusan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.















Leave a Reply