KALIMANTAN – (15/9/2026) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian hingga Selasa (15/9/2026). Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi kembali meningkat, sementara sejumlah lokasi yang sebelumnya ditangani masih mengeluarkan asap.
Kementerian Kehutanan mencatat 1.437 hotspot high confidence secara nasional hingga Senin (14/9) pukul 21.05 WIB, naik dari 592 titik sehari sebelumnya. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan lonjakan paling besar, mencapai 689 titik, naik dari 89 titik pada pemantauan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah memperkuat operasi pengendalian karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, pembasahan lahan, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sesuai kondisi meteorologis.
Baca juga: Hovercraft Jepang Tiba di Bengkayang, Bantu Padamkan Karhutla Kalbar
Di Kalimantan Tengah, Pemkab Kotawaringin Timur memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan hingga 30 September 2026. Sebanyak 33 titik api terdata, dengan sembilan di antaranya masih belum tertangani. Kondisi diperparah sumber air yang mulai mengering sehingga proses pemadaman terkendala.
Penanganan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, perusahaan, dan unsur terkait. Pemerintah pusat turut memberikan 10 unit tangki untuk mendukung pemadaman.
Sementara di Kalimantan Timur, asap kembali terdeteksi di Bukit Tengkorak, kawasan Tahura Bukit Soeharto, setelah sebelumnya dipadamkan. Manggala Agni bersama TNI dan Polri kembali dikerahkan untuk mencegah api meluas.
Kawasan inti IKN juga menjadi perhatian. Otorita IKN memperkuat patroli dan kesiapan peralatan pemadam. Berdasarkan pemantauan Otorita IKN, kualitas udara di kawasan inti pemerintahan masih dalam kondisi baik.
Penanganan karhutla hingga kini masih berlangsung. Pemerintah terus melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat. (Robby)
















Leave a Reply