Sulap Sampah Jadi Berkah, Jasmine Farming Jadi Percontohan

BANDUNG – (9/5/2025) Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi perhatian di Kota , kawasan RW 19 Antapani Tengah justru menunjukkan cara berbeda dalam mengelola limbah rumah tangga. Melalui , sampah organik diolah menjadi kompos, media tanam, hingga mendukung kegiatan urban farming warga.

Ketua KSM Jasmine Integrated Farming, H. Doddi Iryana Memed, mengatakan kawasan tersebut awalnya merupakan lahan tidak produktif sebelum akhirnya mulai dikelola pada 2019. Menurutnya, pengolahan sampah dilakukan sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan di Bandung.

“Awalnya ini lahan tidur. Sekarang jadi produktif karena ada kegiatan pengolahan sampah dan urban farming,” ujarnya.

jasmine intergrated farming

 

Baca juga: Mengusung Konsep HARMONI, Revitalisasi Gedung Sate dan Gasibu

 

Di lokasi tersebut, sampah dipisahkan menjadi organik, anorganik, dan residu. Sampah organik kemudian diolah menggunakan metode kompos dan maggotisasi agar dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian warga.

Doddi menyebut rata-rata sampah yang diolah di Jasmine Integrated Farming mencapai sekitar satu ton setiap minggu. Dengan sistem tersebut, sampah tidak lagi dibuang ke tempat pembuangan akhir, melainkan dikelola langsung di lingkungan warga.

“Kita ingin sampah selesai di sini, tidak dibuang ke TPS,” ungkapnya.

Selain pengolahan sampah, kawasan tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagai program ketahanan pangan dan edukasi lingkungan. Warga menanam berbagai jenis tanaman tanpa menggunakan bahan kimia serta memanfaatkan hasil kompos dari sampah organik.

Menurut Doddi, perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan terbesar saat program tersebut pertama kali dijalankan. Namun setelah berjalan beberapa tahun, warga mulai memahami pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

“Kita edukasi masyarakat pelan-pelan. Sekarang respons warga cukup baik,” jelasnya

Program Jasmine Integrated Farming kini sering dikunjungi berbagai komunitas, instansi, hingga tamu dari luar negeri untuk mempelajari sistem pengolahan sampah berbasis masyarakat. Doddi berharap konsep serupa bisa diterapkan di wilayah lain sebagai solusi mengurangi persoalan sampah di Bandung.

“Bagaimanapun juga sampah harus bisa jadi berkah,” ucapnya (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *