Aktivis Malaysia Geruduk KBRI, Protes Kabut Asap Karhutla

KUALA LUMPUR – (4/9/2026) Sejumlah aktivis lingkungan Malaysia menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Jumat (4/9/2026). Mereka memprotes kabut asap lintas batas yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Aksi tersebut digelar sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Massa menuntut hak masyarakat Malaysia atas udara bersih. Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah lebih serius untuk menghentikan berulangnya karhutla yang berdampak hingga ke negara tetangga.

Aktivis dari Greenpeace Malaysia dan Himpunan Advokasi Rakyat Malaysia (HARAM) turut menyuarakan tuntutan dalam aksi tersebut. Mereka meminta pemerintah Indonesia membuka informasi mengenai perusahaan pemegang konsesi lahan yang diduga berkaitan dengan kebakaran.

 

Baca juga: Slipi Kembali Kondusif, Pos Polisi Rusak Usai Demo Ricuh

 

Kabut asap lintas batas terjadi ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia memburuk. Pada Jumat pagi, Serian, Sarawak, mencatat indeks pencemar udara mencapai 518, masuk kategori berbahaya. Kuching juga berada pada level berbahaya dengan angka 310, sementara Kota Samarahan dan Sri Aman masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut bahkan mendorong Malaysia menetapkan status darurat di seluruh Divisi Serian, Sarawak. Keputusan itu diambil setelah kualitas udara mencapai tingkat yang dinilai membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Di Indonesia, penanganan karhutla juga masih berlangsung. Reuters melaporkan kebakaran telah menyebar di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemerintah menjalankan operasi pemadaman, termasuk water bombing dan modifikasi cuaca, untuk menekan penyebaran api.

Aksi di depan KBRI Kuala Lumpur menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak hanya berdampak di Indonesia. Asap yang melintasi batas negara turut menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah negara-negara tetangga. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *