Kecelakaan Maut Cipularang: 3 Tewas Akibat Truk Rem Blong

Purwakarta, Jawa Barat, 6 Maret 2026 – Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Cipularang KM 93B wilayah Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis (5/3/2026) malam. Insiden ini melibatkan sedikitnya 10 kendaraan dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia serta tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut sempat membuat arus lalu lintas di jalur tol arah Jakarta mengalami kepadatan. Petugas kepolisian dan pengelola jalan tol segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi kendaraan yang terlibat.

 

Baca juga: Selat Hormuz Memanas, Kapal Pertamina Tertahan

 

Kronologi Kecelakaan

kecelakaan maut

Berdasarkan informasi awal di lapangan, kecelakaan bermula ketika sebuah truk kontainer melaju di Tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta. Saat memasuki KM 93B wilayah Sukatani, kendaraan berat tersebut diduga mengalami gagal fungsi pengereman atau rem blong.

Truk yang tidak dapat dikendalikan kemudian menabrak kendaraan di depannya. Benturan keras memicu tabrakan beruntun yang melibatkan sejumlah mobil pribadi dan kendaraan lainnya.

Beberapa kendaraan mengalami kerusakanukup parah akibat benturan tersebut. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi korban serta memindahkan kendaraan yang rusak agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

 

Korban Tewas dan Luka

Dalam kejadian ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Salah satu korban diketahui bernama Eman Wahyudin (36), warga Bogor.

Eman sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (6/3/2026) dini hari.

Selain korban meninggal, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang bervariasi. Para korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka KPK

 

Penyelidikan Polisi

Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada kegagalan sistem pengereman pada truk kontainer yang memicu tabrakan beruntun.

Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara detail.

Petugas juga mengatur arus lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung. Sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian dipindahkan menggunakan mobil derek agar jalur tol kembali dapat dilalui kendaraan.

Kecelakaan di ruas Tol Cipularang memang beberapa kali terjadi, terutama di titik jalan menurun yang memerlukan kewaspadaan tinggi dari para pengemudi. Karena itu, pihak berwenang mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum melakukan perjalanan.

Selain memastikan sistem pengereman berfungsi dengan baik, pengemudi juga diminta menjaga jarak aman serta mengurangi kecepatan saat melintas di jalur rawan kecelakaan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *