LEMBATA – (6/9/2026) Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Erupsi pertama tercatat pukul 06.11 WITA dengan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu tebal dan bergerak ke arah barat.
Aktivitas kembali terjadi sekitar pukul 06.41 WITA. Erupsi kedua menghasilkan kolom abu yang lebih tinggi, mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara. Erupsi ini juga disertai suara dentuman.
Aktivitas vulkanik Ili Lewotolok memang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Dalam pengamatan 1–5 September 2026, tercatat 1.873 kali gempa letusan. Tinggi kolom erupsi selama periode tersebut berkisar 200–700 meter dari puncak.
Baca juga: Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga
Gunung Ili Lewotolok saat ini masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi Badan Geologi serta tidak mendekati kawasan kawah. Rekomendasi keselamatan mencakup larangan beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas kawah, serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
Masyarakat di sekitar gunung juga diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan aktivitas melalui informasi resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia. Aktivitas vulkanik Ili Lewotolok masih terus dipantau untuk mengantisipasi perubahan kondisi. (Robby)
















Leave a Reply