KETAPANG – (1/9/2026) Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Pelang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026) malam. Kobaran api terlihat menyebar di lahan gambut hingga membentuk pemandangan seperti “lautan api” di tengah malam.
Kebakaran tersebut terjadi saat Ketapang masih menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas karhutla tinggi di Kalimantan Barat. Data BMKG hingga 31 Agustus mencatat 6.169 titik panas di Kalimantan Barat. Sebanyak 284 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan diduga merupakan titik api. Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 111 titik.
Karakter lahan gambut membuat kebakaran lebih sulit ditangani. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat merambat ke bawah tanah. Bara yang tertinggal dapat kembali memicu api meski kobaran di permukaan sudah padam.
Baca juga: Api Kembali Muncul di Tumbang Nusa, Warga Diminta Waspada
Kondisi serupa sebelumnya terjadi di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Tim gabungan sempat melakukan pemadaman dengan penyiraman hingga bagian bawah gambut untuk mencegah bara kembali muncul. Angin kencang dan kondisi lahan yang kering juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Kabut asap juga menjadi perhatian di Ketapang. BMKG sebelumnya mengingatkan asap dari wilayah Ketapang dan Kayong Utara berpotensi terbawa angin menuju Pontianak hingga negara tetangga. Kondisi kering diperkirakan masih meningkatkan risiko karhutla hingga September.
Pemerintah Kalimantan Barat saat ini memperkuat penanganan karhutla melalui pemadaman di titik api, pembasahan lahan, operasi udara, penanganan dampak asap, serta penegakan hukum.
Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti kebakaran di kawasan Pelang pada Selasa malam belum diketahui. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika asap mulai mengganggu jarak pandang dan aktivitas di sekitar kawasan terdampak. (Robby)















Leave a Reply