LOMBOK TENGAH – (11/9/2026) Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026). Para siswa kemudian dibawa ke sejumlah puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Keluhan yang dialami siswa antara lain mual, muntah, pusing, dan sakit perut. Data Dinas Kesehatan Lombok Tengah mencatat, 144 siswa mendapat penanganan di Puskesmas Pringgarata, 124 siswa di Puskesmas Aik Darek, 67 siswa di Puskesmas Mantang, dan 17 lainnya di Puskesmas Bagu.
Lima sekolah yang dilaporkan terdampak yakni SDN 2 Lendang Tampel, SDN Repok Puyung, SDN Beber, MTs Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik. Para siswa mengonsumsi menu MBG yang disalurkan dari SPPG Yayasan Budi Sain Mangkliung, Desa Mekar Bersatu.
Baca juga: Ratusan Santri Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Menu yang dibagikan antara lain buah salak, ayam suir, kebab, nugget, dan salad selada. Sejumlah siswa mulai mendapatkan keluhan setelah menyantap makanan tersebut. Namun, belum dapat dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab gangguan kesehatan.
Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih melakukan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut. Sampel makanan juga sedang diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada para siswa.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga melakukan validasi dan pendataan di lapangan. Kepala Regional BGN NTB Eko Prasetyo membenarkan adanya laporan siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG dan menyebut perkembangan kasus masih dipantau.
Hingga laporan ini disusun, kondisi para siswa masih dalam pemantauan tenaga medis. Penyebab pasti kejadian juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Karena itu, kejadian ini masih disebut sebagai dugaan keracunan dan belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan makanan MBG. (Robby)
















Leave a Reply