BENGKAYANG – (12/9/2026) Dua hovercraft milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) mendarat di Pantai Karta, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026). Kedatangan LCAC 05 dan LCAC 06 menjadi bagian dari dukungan Jepang dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Pendaratan dua hovercraft tersebut dipantau oleh personel Kodim 1209/Bengkayang. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses kedatangan armada asing berjalan sesuai prosedur operasional.
Sebelumnya, kapal JMSDF JS Kunisaki tiba di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa tiga helikopter berat CH-47 Chinook yang disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla, termasuk melalui metode water bombing.
Baca juga: Ili Lewotolok Erupsi Berulang, Abu Capai 600 Meter
Pemerintah Jepang mengirimkan bantuan tersebut sebagai bagian dari International Disaster Relief Activities untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan yang berdampak serius. Kementerian Pertahanan Jepang menyebut operasi ini dilakukan dalam kerja sama kemanusiaan dan penanggulangan bencana dengan Indonesia.
Kementerian Pertahanan RI menjelaskan bahwa dukungan Jepang diintegrasikan dengan operasi penanganan karhutla pemerintah Indonesia. Pengoperasian helikopter akan dikoordinasikan bersama BNPB dan TNI, termasuk aspek keselamatan penerbangan serta penentuan lokasi pemadaman.
Tiga helikopter Chinook tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau kawasan yang sulit ditangani melalui jalur darat. Karakter lahan gambut di Kalimantan Barat menjadi salah satu tantangan dalam upaya pengendalian karhutla.
Bantuan Jepang ini merupakan misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, bukan operasi perang. Jepang dan Indonesia bekerja sama untuk memperkuat penanganan kebakaran serta mengurangi dampaknya terhadap masyarakat. (Robby)
















Leave a Reply