JAKARTA, (11/10/2026) – Video kericuhan antara sejumlah pekerja proyek dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sorotan di media sosial. Narasi yang beredar menyebut keributan dipicu penertiban penjual nasi saat pekerja proyek sedang beristirahat. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan berbeda terkait pemicu insiden tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, kericuhan yang terjadi pada Kamis (8/10/2026) itu berkaitan dengan penertiban pedagang kaki lima dan kendaraan yang parkir sembarangan. Operasi petugas kemudian berlanjut ke sekitar Kolam Renang Bulungan, tempat Dinas Perhubungan melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir tidak semestinya. Pramono menegaskan, bentrokan tidak dipicu oleh penertiban penjual nasi sebagaimana narasi yang ramai beredar.
Berdasarkan keterangan Satpol PP yang diberitakan ANTARA, situasi memanas setelah petugas menyelesaikan operasi dan bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong. Saat melintas di Jalan Kyai Maja, kendaraan petugas dilaporkan dilempari sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung Kejaksaan Agung. Keributan kemudian berlanjut hingga terjadi kekerasan terhadap petugas. Seorang anggota Satpol PP dilaporkan mengalami luka di wajah dan membutuhkan enam jahitan.
Baca juga: Ibu Lompat Selamatkan Anak saat Rumah Makan Terbakar di Rawamangun
Perwakilan manajemen PT PP telah mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf. Pihak perusahaan juga menyatakan kesediaan bertanggung jawab atas dampak insiden, termasuk kerusakan dan biaya pengobatan petugas yang terluka. Meski demikian, Pramono meminta proses hukum tetap berjalan.
Hingga informasi terbaru yang dipublikasikan pada Rabu (14/10/2026), polisi masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan tersebut. Polda Metro Jaya telah meminta keterangan lima saksi, yakni seorang pelapor, dua anggota Satpol PP, dan dua pekerja proyek. Penyidik masih mendalami peristiwa yang dilaporkan terjadi pada 8 Oktober itu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi dalam video viral perlu diperiksa bersama keterangan pihak terkait agar kronologi dan penyebab kejadian tidak disimpulkan hanya dari narasi yang beredar. (Robby)














Leave a Reply