JAKARTA, (13/10/2026) – Video seorang kreator konten asal Malaysia, Joseph Lee, yang menyampaikan protes kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan di media sosial pada Senin (12/10/2026). Dalam video tersebut, Lee terlihat menggunakan alat bantu pernapasan sambil membawa tabung oksigen.
Lee mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan yang ia alami, seperti demam, sakit tenggorokan, hidung berair, hingga kesulitan bernapas. Ia mengaitkan keluhan tersebut dengan kondisi udara yang terdampak asap karhutla. Namun, keluhan yang disampaikan dalam video itu belum dapat diperlakukan sebagai diagnosis medis yang telah terverifikasi.
Selain kesehatan, Lee menyoroti terganggunya aktivitas sehari-hari akibat pencemaran udara. Ia menyebut rencana berolahraga di luar ruangan, piknik, hingga menghadiri konser The Weeknd ikut terdampak. Dalam pesannya, ia mendesak Prabowo agar persoalan kabut asap segera diselesaikan dan memberikan tenggat waktu satu bulan untuk memperbaiki kondisi udara.
Baca juga: Karhutla Kembali Membara di Tembikar Kanan, Api Dekati Permukiman
Keluhan tersebut muncul di tengah memburuknya dampak karhutla di Indonesia dan negara-negara tetangga. Reuters melaporkan pada 14 Oktober bahwa indeks pencemaran udara di Kalimantan Tengah sempat melampaui 1.200, jauh di atas ambang kategori berbahaya. Pada saat yang sama, jumlah kasus gangguan pernapasan yang dikaitkan dengan kebakaran di tujuh provinsi Indonesia meningkat menjadi 283.270 kasus hingga 13 Oktober.
Pemerintah Indonesia menyatakan telah menambah upaya penanganan. Pada 13 Oktober, Prabowo memerintahkan pengerahan sumber daya tambahan untuk memadamkan kebakaran. Sehari kemudian, pemerintah menyebut lebih dari 69.000 personel telah dikerahkan. Petugas masih menghadapi tantangan kebakaran di lahan gambut, karena api dapat membara di bawah permukaan dan kembali muncul.
Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan keterangan resmi yang secara khusus menanggapi video Joseph Lee. Peristiwa ini kembali menyoroti dampak kabut asap lintas negara, terutama terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari. Penanganan karhutla serta pemantauan kualitas udara menjadi hal penting untuk mengurangi risiko paparan asap bagi warga di wilayah terdampak. (Robby)














Leave a Reply