Hari Damai Aceh Berujung Ricuh, Bendera Bulan Bintang Picu Ketegangan

BANDA ACEH – (16/8/26) Peringatan 21 Tahun Hari Damai Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berujung kericuhan setelah muncul pengibaran Bendera Bulan Bintang di tengah massa. Peristiwa tersebut memicu ketegangan antara peserta aksi dan aparat keamanan hingga berujung bentrokan.

Kericuhan bermula ketika sejumlah massa berupaya mengibarkan Bendera Bulan Bintang. Aparat keamanan dilaporkan berupaya menghentikan pengibaran tersebut. Situasi kemudian memanas dan massa terlibat aksi saling kejar serta melempari aparat dengan batu dan benda keras.

Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini sebelumnya menjadi agenda resmi pemerintah daerah. Pemerintah Aceh telah menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memperingati 21 tahun perdamaian Aceh.

 

Baca juga: Ledakan Mal di Mesir, Tak Ada WNI Jadi Korban

 

Penggunaan Bendera Bulan Bintang kembali menjadi persoalan sensitif di Aceh. Sebelumnya, pemerintah dan aparat telah menyatakan bahwa aturan mengenai simbol tersebut masih membutuhkan kepastian hukum. Pada kasus-kasus sebelumnya, aparat juga pernah menyebut pengibaran Bendera Bulan Bintang sebagai persoalan hukum setelah Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh dibatalkan.

Peristiwa terbaru ini kembali memperlihatkan rumitnya persoalan simbol dalam konteks perdamaian Aceh. Pemerintah Aceh dan DPRA disebut akan berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memperoleh kepastian mengenai status hukum penggunaan Bendera Bulan Bintang.

Hingga laporan ini ditulis, situasi di Banda Aceh masih dalam pemantauan aparat. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan mengedepankan dialog agar persoalan simbol dan sejarah konflik tidak kembali memicu ketegangan di tengah masyarakat. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *