Kang Shalbi: Duta Genre Sumedang yang Menginspirasi Remaja Jawa Barat

kang shalbi

Menjadi Duta Genre Sumedang bukan hanya soal predikat atau gelar, tapi juga perjalanan panjang yang penuh cerita jatuh bangun. Dari ruang kuliah, panggung organisasi, hingga birokrasi daerah, Kang Shalbi menunjukkan bahwa prestasi bukan sekadar angka, melainkan bagaimana seseorang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

 

Dari Duta Genre hingga Tim Bupati: Peran yang Membentuk Karakter

kang shalbi

Dalam perjalanan hidupnya, Kang Shalbi memegang banyak peran penting. Ia merupakan seorang Duta Genre Jawa Barat, Ketua Umum KPUM, hingga dipercaya menjadi bagian dari tim Bupati Sumedang. Menurutnya, setiap peran itu meninggalkan bekas mendalam dalam membentuk karakter.

Sebagai Duta Genre, ia belajar memahami problematika remaja dan kompleksitas kehidupan. Sementara saat memimpin KPUM, ia ditempa untuk lebih tegas, disiplin, dan sistematis dalam manajemen acara protokoler. Namun yang paling berkesan adalah ketika ia membersamai Bupati Sumedang. Dari sana, ia menyaksikan langsung bagaimana kebijakan publik harus berlandaskan kepentingan rakyat.

Definisi Prestasi Menurut Kang Shalbi

Banyak mahasiswa menganggap prestasi identik dengan IPK tinggi atau gelar juara. Namun, bagi Kang Shalbi, prestasi yang sejati adalah ketika seseorang mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Juara bukanlah satu-satunya indikator sukses. Prestasi adalah ketika kita bisa mengabdi, berbagi, dan menginspirasi. Itulah puncak kesuksesan,” tegasnya.

Problematika Remaja Jawa Barat yang Nyata

Blusukan ke berbagai desa membuat Shalbi lebih dekat dengan realita. Ia menemukan bahwa pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan NAPZA masih menjadi problem besar di kalangan remaja Jawa Barat.

Selain itu, masih ada persoalan pendidikan dan ekonomi—remaja putus sekolah, hingga beban sosial yang dialami generasi muda. Namun, ia percaya sinergi antar pihak bisa menjadi solusi. “Jawa Barat bukan hanya harus juara, tapi juga istimewa,” ungkapnya.

Tantangan di Dunia Organisasi Kampus

Sebagai Ketua Umum KPUM, Shalbi menghadapi dinamika protokoler kampus yang penuh ego, kepentingan, dan ekspektasi. Dengan SDM terbatas dan jadwal yang sering mendadak, ia menerapkan strategi kolaborasi lintas angkatan.

“Kerja sama antar lini adalah kunci. Saya harus menjadi leading sector yang siap mengambil keputusan, tapi juga membuka ruang untuk ide revolusioner,” jelasnya.

Belajar Kepemimpinan dari Tim Bupati Sumedang

Pengalaman bergabung dengan tim Bupati Sumedang membuka mata Shalbi tentang arti kepemimpinan daerah. Ia menyaksikan bagaimana birokrasi bisa berjalan lebih efektif dengan pendekatan ramah dan model Collaborative Governance Pentahelix.

Hasilnya, pelayanan publik di Sumedang kini dinilai lebih mudah, transparan, dan modern. Menurutnya, inilah bentuk nyata bagaimana kepemimpinan bisa menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Jatuh Bangun yang Menguatkan

kang shalbi

Di balik sorotan publik, Shalbi juga mengalami masa terpuruk. Pada September 2023, ia menjadi korban fitnah dengan tuduhan kejam yang menyerang reputasinya. Namun, alih-alih terpuruk, ia justru menemukan kekuatan baru.

“Semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Saya belajar bahwa seorang pemimpin tidak mungkin selalu disukai semua orang,” katanya dengan tegas.

Perjuangan yang Jarang Terlihat

Meski dikenal sibuk dan produktif, ada sisi lain yang jarang orang ketahui: Shalbi menjalani aktivitasnya tanpa kendaraan pribadi. Ia terbiasa naik angkot, elf, bus, hingga ojek demi memenuhi agenda.

“Bagi sebagian orang mungkin gengsi, tapi bagi saya ini adalah perjuangan. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkontribusi,” ujarnya.

Baca juga: The Penguin Raih 8 Emmy Awards, Bukti Spin-off DC Tak Main-main

Menjaga Keseimbangan Hidup

Dengan seabrek aktivitas, Shalbi menegaskan bahwa akademik tetap prioritas utama. Namun, ia juga menemukan passion dalam organisasi dan pengabdian masyarakat. Meski padat, ia menyempatkan diri untuk “me time” sebagai bentuk self-reward.

“Jangan sampai kita sibuk untuk orang lain, tapi lupa dengan diri sendiri,” pesannya.

Proyeksi 10 Tahun ke Depan

Melihat masa depan, Shalbi tak ingin berhenti hanya di advokasi remaja. Ia membayangkan dirinya akan terjun lebih jauh ke dunia politik dan kepemimpinan publik.

“10 tahun lagi, saya ingin menjadi pemimpin bagi Sumedang, bahkan Jawa Barat,” ujarnya penuh keyakinan.

Pesan untuk Remaja Jawa Barat

Sebagai penutup, Kang Shalbi – Duta Genre Sumedang menitipkan pesan sederhana namun kuat untuk generasi muda:

“Jangan jadikan keterbatasan sebagai penghalang. Nikmati setiap prosesnya tanpa protes, karena proses adalah akses menuju sukses.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *