Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspadai Awan Panas

Yogyakarta, 23 April 2026 – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (20/4/2026), Merapi teramati mengeluarkan asap kawah putih tebal, guguran lava pijar, serta satu kali awan panas guguran yang meluncur ke arah Kali Krasak dengan jarak maksimum sekitar 1.800 meter. Aktivitas ini menandakan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu guguran lanjutan di sektor rawan.

Aktivitas tersebut terus berlanjut hingga Kamis (23/4/2026). Dalam laporan pemantauan harian, Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 14 kali ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum sekitar 1.800 hingga 2.000 meter. Asap kawah juga masih teramati keluar dari puncak, menandakan aktivitas vulkanik Merapi belum mereda sepenuhnya.

 

BPPTKG Pertahankan Status Siaga

aktivitas gunung merapi

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas erupsi efusif masih berlangsung dan warga di sekitar lereng Merapi harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi bahaya saat ini masih didominasi guguran lava dan awan panas guguran yang bisa meluncur ke sektor selatan–barat daya.

BPPTKG juga mengingatkan bahwa suplai magma yang masih terjadi dapat memicu awan panas guguran sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, terutama di jalur sungai yang berhulu di puncak Merapi.

 

Baca juga: Gempa 7,4 Guncang Jepang Timur Laut, Tsunami Sempat Diwaspadai

 

Warga Diimbau Tetap Waspada

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran di sektor selatan–barat daya hingga jarak 7 kilometer. Kawasan di sekitar aliran Kali Krasak, Kali Sat/Putih, Bebeng, dan beberapa sungai berhulu Merapi lainnya masih menjadi area yang paling perlu diwaspadai. Dalam situasi seperti ini, perubahan cuaca seperti hujan juga dapat meningkatkan risiko lahar di sungai-sungai yang mengalir dari puncak gunung.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak besar terhadap permukiman warga. Namun peningkatan aktivitas Merapi tetap menjadi perhatian serius mengingat gunung api ini merupakan salah satu yang paling aktif di Indonesia. Karena itu, pemantauan intensif masih terus dilakukan dan masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPPTKG serta pemerintah daerah setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *