Dua Korban Tewas di Sungai Cibanjaran, Aksi Penyelamatan Berujung Duka

Kab Bandung, Banjaran, 17 April 2026 – Tragedi memilukan terjadi di Sungai Cibanjaran, Kampung Girang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Rabu sore (15/4/2026) sekitar pukul 15.42 WIB. Peristiwa ini bermula saat debit air sungai naik drastis setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Dalam insiden itu, total enam orang terseret arus. Empat orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya ditemukan meninggal dunia.

Korban pertama diketahui bernama Ginasya Lintang Sari, seorang remaja yang lebih dulu terseret arus saat berada di sekitar bantaran sungai. Melihat kejadian itu, sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan. Salah satunya adalah Agus Sutisna (52), petugas keamanan SMAN 1 Banjaran, yang ikut turun membantu proses penyelamatan. Namun derasnya arus justru menyeret Agus dan beberapa warga lain yang berada di lokasi.

 

Enam Orang Terseret, Empat Selamat

Berdasarkan laporan tim SAR, insiden di Sungai Cibanjaran menyeret total enam orang. Dari jumlah itu, empat warga berhasil selamat setelah dievakuasi dari arus deras. Sementara Ginasya ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Nasib Agus sempat belum diketahui setelah ikut terseret saat mencoba menolong korban. Proses pencarian pun langsung dilakukan sejak Rabu sore oleh tim SAR gabungan bersama unsur BPBD, aparat setempat, dan warga.

Pencarian dilanjutkan hingga Kamis pagi. Agus akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 10.26 WIB pada 16 April 2026. Penemuan tersebut menutup operasi pencarian yang sejak awal menyita perhatian warga Banjaran karena memperlihatkan bagaimana upaya penyelamatan justru berujung duka.

 

Baca juga: Hipotermia Gunung Ungaran, Balita Dievakuasi

 

Aksi Heroik yang Berakhir Tragis

Kisah Agus Sutisna menjadi sorotan karena ia terseret arus saat mencoba membantu korban lain. Dalam banyak kasus bencana air, upaya penyelamatan spontan oleh warga sering berujung risiko besar, terutama saat debit sungai naik mendadak dan arus berubah sangat deras. Peristiwa di Cibanjaran kembali menunjukkan betapa berbahayanya kondisi sungai saat hujan deras masih berlangsung di wilayah hulu.

Tragedi ini juga memicu kesedihan mendalam di tengah masyarakat. Agus dikenal sebagai petugas keamanan sekolah yang ikut turun tangan saat melihat ada korban terseret. Namun niat menolong itu justru membawanya menjadi korban kedua dalam peristiwa tersebut.

 

Warga Desak Penanganan Sungai Lebih Serius

tragedi sungai cibanjaran

Usai kejadian, muncul kembali desakan dari warga agar penanganan banjir dan sungai di wilayah Banjaran dilakukan lebih serius. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga penanganan kawasan rawan luapan air dinilai perlu segera dipercepat agar tragedi serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hujan deras bisa dengan cepat mengubah aliran sungai menjadi ancaman mematikan. Selain kewaspadaan warga, langkah mitigasi dari pihak berwenang juga dianggap penting agar bantaran sungai tidak lagi menjadi lokasi tragedi saat cuaca ekstrem datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *