YOGYAKARTA – (18/6/26) Seribuan massa yang tergabung dalam Aliansi UMY Bergerak menggelar aksi bertajuk “Menuju Pembebasan Nasional” di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (17/6/2026). Demonstrasi ini berlangsung di tengah maraknya aksi mahasiswa yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah.
Massa menyampaikan delapan tuntutan utama. Mereka mendesak penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok. Selain itu, massa juga meminta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Mahasiswa turut mendorong pemerintah untuk memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
Presiden Mahasiswa UMY, Brian, mengatakan aksi tersebut lahir dari keresahan mahasiswa dan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Menurutnya, banyak kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Aksi kita hari ini berdasarkan keresahan pemuda, mahasiswa bersama rakyat Indonesia terhadap berbagai kebijakan yang hari ini dikeluarkan negara yang kami nilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Brian.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Polisi Siagakan 6.088 Personel
Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Miftahun Ni’am, mengatakan mahasiswa ingin mendorong perbaikan melalui kritik terhadap berbagai persoalan nasional maupun daerah. Ia menyoroti sejumlah isu lokal seperti klitih, sampah, banjir, hingga minimnya penerangan jalan.
UMY juga memberikan ruang bagi mahasiswa yang ingin mengikuti aksi tersebut. Melalui surat Direktorat Kemahasiswaan dan Karir, mahasiswa diperbolehkan tidak mengikuti perkuliahan pada Rabu (17/6/2026) untuk berpartisipasi dalam aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer. (Robby)

















Leave a Reply