DENPASAR, (14/10/2026) –Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih menjadi perhatian hingga Kamis (15/10/2026). Gangguan distribusi BBM dalam beberapa hari terakhir membuat warga harus menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar. Di sejumlah lokasi, antrean bahkan dilaporkan mencapai sekitar satu kilometer dan menghambat arus lalu lintas.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kondisi tersebut terutama dipicu kendala distribusi, termasuk keterlambatan kapal pengangkut BBM. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa gangguan ini bukan disebabkan menipisnya stok BBM nasional. Ketahanan stok nasional disebut masih berada pada kisaran 18–20 hari.
Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina Patra Niaga mendatangkan tambahan pasokan sebanyak 57,9 juta liter BBM secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 44,9 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax, yang disalurkan melalui Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran di Denpasar.
Pertamina juga meningkatkan kesiapan operasional SPBU, menambah armada distribusi, serta memperpanjang jam pelayanan. Di Denpasar, perusahaan menyiapkan tambahan 60 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat dan mengurangi antrean yang masih terjadi.
Baca juga: Bawa Tabung Oksigen, Kreator Malaysia Desak Prabowo Atasi Kabut Asap
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (*work from home* atau WFH) pada 15–17 Oktober 2026 untuk mendukung percepatan distribusi BBM. Operasional depo dan SPBU juga dioptimalkan selama 24 jam secara bertahap, dengan dukungan personel TNI-Polri untuk membantu pengaturan lalu lintas dan pengawalan truk tangki.
Meski tambahan pasokan mulai didatangkan, pemulihan layanan di lapangan masih perlu dipantau. Pemerintah dan Pertamina berharap penguatan pasokan serta percepatan distribusi dapat membuat antrean berangsur terurai. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. (Robby)














Leave a Reply