SURABAYA – (27/6/26) Aksi demonstrasi bertajuk “Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat” yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026), berakhir ricuh setelah sempat berlangsung damai. Kericuhan pecah menjelang pukul 18.30 WIB saat massa masih menyampaikan aspirasi melalui long march dan orasi.
Situasi mulai memanas ketika sekelompok orang diduga melakukan aksi provokasi dengan melempar botol, batu, dan pecahan kaca ke arah kompleks Grahadi. Selain itu, sejumlah petasan juga dinyalakan dan dilemparkan ke area pengamanan. Akibat insiden tersebut, pagar sisi timur Gedung Grahadi dilaporkan mengalami kerusakan.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan aparat langsung mengambil langkah pengamanan untuk mencegah situasi semakin meluas. Polisi mengerahkan personel serta kendaraan water cannon guna membubarkan massa yang mulai bertindak anarkis.
“Kami mengamankan sejumlah orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Polisi Siagakan 6.088 Personel
Akibat kericuhan tersebut, arus lalu lintas di sekitar Jalan Gubernur Suryo dan kawasan Gedung Grahadi sempat ditutup sementara. Petugas segera mensterilkan lokasi. Arus kendaraan kembali dibuka setelah situasi dinyatakan kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menyelidiki identitas para pelaku yang diduga memicu kericuhan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak mudah terprovokasi. (Robby)

















Leave a Reply