Bandung, 6 Januari 2026 — International Student Communication Festival (ISCF) yang digelar di Universitas Bhakti Kencana resmi menutup rangkaian kompetisinya.
Ajang ini menetapkan para juara dari empat kategori lomba utama. Ajang ini menjadi ruang unjuk kemampuan mahasiswa ilmu komunikasi dari berbagai daerah, sekaligus memperlihatkan kualitas karya dan kompetensi generasi muda di bidang komunikasi.
Penjurian ISCF 2026 dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi komunikasi. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir. Aspek yang dinilai meliputi kekuatan gagasan, relevansi isu, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan pesan secara efektif.
Essay: Ruang Gagasan dan Analisis Mahasiswa

Kategori essay menjadi salah satu cabang yang menampilkan kedalaman analisis dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Juara 1 diraih oleh Keren Septiasa Budisantoso dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Karya essay yang ditampilkan dinilai unggul dalam menyajikan gagasan yang sistematis, relevan dengan isu komunikasi kontemporer, serta mampu mengaitkan teori dengan realitas sosial secara kuat.
Baca juga: ISCF Dorong Kompetisi Mahasiswa Komunikasi
Public Speaking: Ketepatan Pesan di Ruang Publik

Pada kategori public speaking, kemampuan menyampaikan pesan secara persuasif dan terstruktur menjadi aspek utama penilaian.
Juara 1 diraih oleh Vionileva Mersy Lessil dari Universitas Bunda Mulia.
Penampilan Vionileva dinilai menonjol dari segi penguasaan materi, artikulasi, serta kemampuan membangun koneksi dengan audiens, mencerminkan keterampilan komunikasi lisan yang matang.
Poster Kampanye: Visual sebagai Alat Komunikasi

Kategori desain poster kampanye sosial menuntut kekuatan visual sekaligus ketajaman pesan komunikasi.
Juara 1 diraih oleh Riezky Zackly Amanda dari Universitas Negeri Semarang.
Poster yang ditampilkan dinilai efektif dalam menyampaikan pesan kampanye, dengan komposisi visual yang kuat serta relevansi isu yang dekat dengan masyarakat.
Konten Kreatif: Kolaborasi dalam Karya Audio-Visual
Untuk kategori beregu, lomba konten kreatif videografi menjadi sorotan karena menampilkan kolaborasi tim dan kreativitas audio-visual.
Juara 1 diraih oleh tim Universitas Muhammadiyah Bandung, yang terdiri dari Zalfa Salsabilla, Ilham Nurfadil, Kaisan Nailus, dan Syarof.
Karya video mereka dinilai unggul dari segi storytelling, konsep visual, serta kemampuan menyampaikan pesan komunikasi secara menarik dan mudah dipahami.
ISCF sebagai Ruang Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Penetapan para juara ISCF menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang apresiasi atas proses belajar, kreativitas, dan keberanian mahasiswa untuk tampil di ruang publik.
ASPIKOM menilai ISCF sebagai wadah strategis bagi mahasiswa ilmu komunikasi. Melalui ajang ini, budaya berkompetisi secara sehat dapat terus ditumbuhkan. Melalui ajang ini, mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dilatih untuk siap menghadapi tantangan profesional di masa depan.
Penyelenggaraan ISCF di Universitas Bhakti Kencana sekaligus memperlihatkan komitmen kampus dan ASPIKOM dalam mendukung pengembangan talenta komunikasi muda Indonesia melalui kompetisi yang kredibel dan berkelanjutan.

















Leave a Reply