BANTEN – (18/9/2026) Keluarga lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadatu I menggelar tabur bunga di perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026). Prosesi dilakukan di sekitar titik koordinat terakhir kapal sebelum hilang kontak sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para korban yang hingga kini belum ditemukan.
Rombongan keluarga dan sejumlah rekan jurnalis berangkat menggunakan KN SAR 247 Tetuka dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Kota Cilegon. Setelah tiba di sekitar lokasi dugaan hilangnya kapal, istri dan anak jurnalis iNews, Yudistiro Pranoto, turut menaburkan bunga ke laut.
Arupadatu I sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga awak untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis yang berada di dalam kapal yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Donal Husni. Tiga awak kapal terdiri dari Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, SAR Perluas Pencarian
Sejak laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan melakukan pencarian selama 10 hari melalui jalur laut, darat, dan udara. Pada hari terakhir, pencarian melibatkan 523 personel dan 24 kapal, dengan area penyisiran diperluas hingga sekitar 8.509 mil laut persegi. Meski pencarian diperluas, tim belum menemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.
Setelah 10 hari pencarian tanpa hasil, operasi SAR resmi dihentikan pada Kamis (17/9). Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dan pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan informasi atau petunjuk baru. Pemerintah Provinsi Banten juga menyatakan akan terus mendampingi keluarga para korban.
Hingga laporan terbaru pada 19 September, lima jurnalis dan tiga awak Arupadatu I masih belum ditemukan. Tabur bunga yang dilakukan keluarga menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa agar keberadaan mereka segera diketahui. (Robby)
















Leave a Reply