Polrestabes Bandung Bongkar Budidaya Ganja di Rumah PPPK Kementerian PU

BANDUNG – (19/9/2026) Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung membongkar budidaya tanaman ganja di sebuah rumah di Perumahan Bumi Orange, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (18/9/2026). Polisi mengamankan AS (49), pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika. Polisi kemudian memantau AS saat berada di kantornya di Kota Bandung pada Rabu (16/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas selanjutnya membuntuti AS hingga kediamannya di Cileunyi dan melakukan penggeledahan sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari bagian belakang rumah, polisi menemukan delapan batang ganja dewasa berusia sekitar 4,5 bulan dengan tinggi mencapai 1,8 meter. Petugas juga menemukan 28 bibit ganja berusia sekitar 10 hari dengan ukuran 3–9 sentimeter.

 

Baca juga: Kebakaran Kosambi Tangerang Hanguskan 28 Gudang, Kerugian Rp20 Miliar

 

Selain tanaman, polisi menyita dua bungkus plastik berisi biji ganja, lima lampu ultraviolet, pestisida, cairan perawatan tanaman, booster, gunting dahan, serta satu telepon genggam. Dalam pemeriksaan awal, AS disebut mengaku menanam ganja untuk konsumsi pribadi karena kesulitan mendapatkannya. Polisi masih mendalami kemungkinan hasil budidaya tersebut diberikan kepada pihak lain.

Dari hasil pemeriksaan, AS juga disebut positif mengonsumsi ganja dan sabu. Polisi kemudian menetapkannya sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 114 serta Pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus tersebut juga mendapat perhatian dari Kementerian PU. Kementerian membenarkan AS merupakan PPPK di lingkungan BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat yang bertugas di Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional. Pada 19 September 2026, kementerian menyatakan akan melakukan pemberhentian sementara sesuai ketentuan kepegawaian sambil menghormati proses hukum yang berjalan.

Polrestabes Bandung masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui asal-usul bibit serta kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *