Bandung — Dunia perfilman kembali heboh dengan rilis One Battle After Another. Film terbaru garapan Paul Thomas Anderson ini tayang luas pada 26 September 2025. Sejak hari pertama pemutaran, film tersebut langsung menuai pujian. Kritikus menyebutnya salah satu karya epik modern yang paling lengkap tahun ini. Publik pun antusias, menyebut film ini punya gabungan aksi, drama, humor, hingga kritik sosial yang tajam.
Sinopsis & Elemen Cerita

Film ini menceritakan kisah Bob Ferguson (Leonardo DiCaprio), mantan revolusioner yang memilih hidup tenang di luar kota bersama putrinya, Willa (Chase Infiniti). Kehidupan sederhana mereka terusik saat musuh lama muncul kembali setelah 16 tahun. Kejadian itu semakin rumit ketika Willa tiba-tiba menghilang.
Bob tidak punya pilihan selain kembali menghadapi masa lalunya. Ia bekerja sama dengan sekutu lama, termasuk seorang Sensei yang diperankan Benicio Del Toro. Dari situ perjalanan penuh konflik dimulai.
Cerita One Battle After Another bukan sekadar soal aksi atau pelarian. Anderson meramu drama keluarga, komedi gelap, satire politik, hingga kritik sosial. Penonton bisa merasakan nuansa otoritarianisme, rasisme, hingga pertarungan kekuasaan. Namun, di balik semua itu, hubungan ayah dan anak menjadi fondasi emosional. Hal inilah yang membuat film terasa berbeda dengan sekadar tontonan penuh ledakan dan tembakan.
Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku: Melatih Kemampuan Komunikasi
Penerimaan Publik & Kritik

Tak butuh waktu lama, One Battle After Another langsung mendapat skor tinggi dari berbagai situs ulasan. Rotten Tomatoes memberi nilai 97–98% berdasarkan ratusan review. Metacritic pun menempatkan film ini di peringkat atas dengan skor 96 poin. Angka tersebut mendekati “near perfect” untuk standar film besar.
Kritikus memuji kekuatan visual dan kepiawaian Anderson dalam menjaga ritme. Adegan aksi berlangsung intens, tapi tidak pernah mengorbankan kedalaman emosional. Banyak ulasan menilai film ini mampu menghadirkan keseimbangan yang jarang ditemukan. Ketika penonton dibuat tegang, Anderson masih menyisipkan humor gelap yang efektif.
Publik juga menyambutnya dengan antusias. Media sosial dipenuhi cuplikan adegan dan ulasan spontan dari penonton. Sebagian menyebut film ini sebagai “pengalaman bioskop paling lengkap tahun ini.”
Produksi & Teknis

Anderson dikenal detail dalam setiap proyeknya. One Battle After Another dibuat dengan bujet besar, serta menggunakan format premium seperti IMAX, VistaVision, hingga 70mm. Tujuannya jelas: menghadirkan pengalaman menonton yang maksimal.
Proses syuting dilakukan di berbagai negara. Salah satu lokasi yang banyak disorot adalah El Paso. Anderson bahkan melibatkan warga lokal sebagai pemeran tambahan. Langkah ini memberi warna realistis sekaligus atmosfer otentik. Penonton bisa merasakan dunia film yang hidup, bukan sekadar set buatan.
Kualitas teknis film juga tidak main-main. Tata sinematografi, penggunaan cahaya, hingga tata suara dipuji sebagai salah satu yang terbaik tahun ini. Adegan aksi divisualkan dengan detail presisi, sementara momen emosional diperkuat dengan tata musik yang menghantam hati.
Apakah Film Terbaik 2025?

Dengan semua pencapaian tersebut, wajar jika banyak pihak menilai One Battle After Another pantas disebut film terbaik 2025. Anderson sekali lagi membuktikan dirinya sebagai sutradara dengan visi kuat. Ia mampu menghadirkan cerita personal dalam skala epik, tanpa kehilangan sentuhan manusiawi.
Namun, tetap ada catatan kecil. Beberapa ulasan menyebut film ini “terlalu ambisius”. Ada kalanya Anderson dianggap memasukkan terlalu banyak tema sekaligus. Akibatnya, fokus cerita bisa terasa melebar. Walau begitu, kritik tersebut tidak cukup untuk menutupi kualitas keseluruhan.
Status resmi sebagai film terbaik tentu masih menunggu ajang penghargaan besar. Oscar, Golden Globes, hingga BAFTA akan menjadi penentu. Jika film ini terus mempertahankan momentumnya, bukan tidak mungkin One Battle After Another menyapu bersih nominasi penting.
Apa pun hasil akhirnya, satu hal jelas: film ini sudah berhasil mencuri perhatian dunia. Penonton pulang dari bioskop dengan perasaan puas, dan banyak yang langsung menyebutnya sebagai pengalaman sinematik paling berkesan tahun ini.
















Leave a Reply