Ratchaburi, 11 Februari 2026 – Persib Bandung harus mengakui keunggulan tuan rumah Ratchaburi FC setelah kalah telak dengan skor 0-3 pada leg pertama babak 16 besar Piala AFC. Bermain di markas Ratchaburi, Maung Bandung gagal mengembangkan permainan dan tertinggal tiga gol tanpa balas.
Sejak awal pertandingan, Persib mendapat tekanan dari tim tuan rumah yang tampil agresif. Ratchaburi lebih dominan dalam penguasaan bola dan kerap mengancam pertahanan Persib melalui serangan cepat dari sisi sayap.
Gol pembuka Ratchaburi tercipta pada menit ke-5 melalui Pedro Tanausu Dominguez. Gol cepat tersebut membuat Persib berada dalam tekanan dan kesulitan membangun ritme permainan.
Ratchaburi Dominan Sejak Babak Pertama
Setelah unggul satu gol, Ratchaburi tidak mengendurkan serangan. Persib mencoba keluar dari tekanan, namun sejumlah upaya serangan yang dibangun masih mampu dipatahkan barisan pertahanan tuan rumah.
Hingga babak pertama berakhir, Persib gagal menciptakan peluang berbahaya yang benar-benar mengancam gawang Ratchaburi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Baca juga: Persib Bandung Tampil Dominan, Bungkam Malut United 2-0 di GBLA
Dua Gol Tambahan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persib masih belum menemukan permainan terbaiknya. Ratchaburi kembali memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib dan mencetak gol kedua pada menit ke-53 melalui G. Mutombo Kupa.
Tertinggal dua gol, Persib meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan beberapa pemain, termasuk Kurzawa yang melakoni debut selama 10 menit dan Sergio Castel yang tampil selama 48 menit.
Petaka bagi Persib kembali datang pada menit ke-84. Pedro Tanausu Dominguez mencetak gol keduanya di laga ini dan memastikan kemenangan Ratchaburi dengan skor 3-0.
Tugas Berat di Leg Kedua
Kekalahan ini menjadi hasil yang berat bagi Persib Bandung. Maung Bandung harus bekerja ekstra keras pada leg kedua jika ingin menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya di Piala AFC, saat menjamu Ratchaburi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Rabu, 18 Februari 2026.
Hasil ini juga menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih Persib, terutama dalam hal konsistensi permainan dan organisasi pertahanan saat menghadapi tekanan lawan di level internasional.

















nisa
adoh leg 2 mode desperate inimah