Bandung (12/08/2025) – Sebuah seminar jurnalistik yang digelar di salah satu kampus swasta di Bandung, Senin (12/08/2025), berhasil menarik perhatian puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan. Acara ini menghadirkan pemateri berpengalaman di dunia media, Apep Setia, yang membagikan pengetahuan mendalam tentang keterampilan menulis berita, etika jurnalistik, hingga tantangan media di era digital.

Pemateri Tekankan Pentingnya Etika dan Akurasi Berita
Apep mengingatkan peserta bahwa etika adalah pondasi jurnalisme. Dalam kondisi persaingan media online, godaan untuk memuat berita cepat sering kali besar. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran.
“Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran jauh lebih utama. Jurnalis sejati adalah mereka yang mampu menjaga akurasi, meskipun tekanan untuk menjadi yang pertama sangat besar,” ujar Apep di hadapan peserta.
Ia juga menegaskan bahwa jurnalis wajib memeriksa fakta dari sumber tepercaya. Kesalahan informasi dapat merusak kredibilitas media dan kepercayaan publik.
Dari Teknik Menulis Hingga Praktik Lapangan
Menurut Apep, berita yang baik harus memiliki struktur jelas dan bahasa yang mudah dipahami. Ia menekankan pentingnya prinsip 5W+1H agar informasi tersampaikan lengkap.
Selain itu, jurnalis juga perlu menguasai keterampilan riset. Dengan riset yang kuat, berita menjadi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Mahasiswa Antusias Ikuti Sesi Tanya Jawab
Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif. Salah satu peserta bertanya, “Apakah media cetak bisa bertahan atau kembali bangkit di era sekarang yang serba online?”
Menanggapi hal ini, Apep Setia menjelaskan bahwa media cetak masih memiliki peluang untuk bangkit, asalkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Kuncinya adalah memadukan keunggulan media cetak seperti kedalaman analisis dan kredibilitas informasi dengan kekuatan distribusi digital. Dengan strategi yang tepat, media cetak bisa tetap relevan di tengah persaingan media online,” ujarnya.
Sementara itu, pertanyaan lain yang diajukan adalah, “Selain menerapkan etika, bagaimana sebaiknya jurnalis muda bisa lebih proaktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat?”
Apep menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting dalam membangun media massa dengan menghadirkan informasi akurat, menjadi agen perubahan sosial, serta berperan sebagai pendidik yang memberikan pemahaman lebih baik kepada masyarakat terkait berbagai isu. “Seorang jurnalis bisa masuk ke suatu isu melalui berbagai cara. Misalnya saat meliput lokasi prostitusi di Kota Bandung, jurnalis dapat melakukan konfirmasi kepada kepolisian terkait upaya penutupan lokasi tersebut. Dengan pendekatan seperti ini, jurnalis tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga memberi konteks dan mendorong perubahan positif di masyarakat,” jelasnya.
Antusiasme mahasiswa dalam seminar jurnalistik ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab. Beberapa peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang bercita-cita menjadi wartawan profesional atau bekerja di bidang media.
“Materinya jelas dan membuka wawasan. Saya jadi paham bagaimana proses menulis berita yang benar,” ujar salah satu peserta.
Baca juga : Sampah Plastik: Apa yang Kita Buang Kembali ke Hidup Kita
Jurnalisme di Era Digital: Tantangan dan Peluang
Selain membahas teknik, Apep Setia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi jurnalis di era digital, mulai dari maraknya hoaks, tekanan kecepatan berita, hingga persaingan dengan konten kreator media sosial. Namun, ia melihat ini sebagai peluang bagi jurnalis muda untuk beradaptasi, memanfaatkan teknologi, dan tetap menjaga kualitas informasi.
“Jangan takut bersaing dengan media sosial. Justru jadikan itu sarana untuk memperluas jangkauan berita yang berkualitas,” pesannya.
Harapan untuk Generasi Jurnalis Muda

Pada akhirnya, seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya peran jurnalis dalam membentuk opini publik yang sehat. Dengan bekal keterampilan menulis dan pengetahuan etika yang kuat, generasi muda diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melawan berita palsu dan menjaga kualitas informasi di masyarakat.
Acara diakhiri dengan foto bersama, sekaligus menandai berakhirnya kegiatan yang penuh inspirasi ini.
















Leave a Reply