Bandung, 13 September 2025 – seluruh staff SMAN 24 Bandung menggelar sebuah acara di Detuik Cafe dengan tema “Meningkatkan Kinerja Unggul dengan Sinergi, Menjaga Kebersamaan dengan Hati.” Acara ini menghadirkan materi yang inspiratif mengenai sinergi kerja dan kebahagiaan keluarga sebagai fondasi peningkatan kinerja.
Melalui kegiatan ini, staff SMAN 24 Bandung menunjukkan komitmennya bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh strategi pendidikan, tetapi juga oleh keharmonisan keluarga yang menopang individu di balik profesinya.
Sinergi Kerja Berawal dari Rumah

Dalam kesempatan ini, SMAN 24 Bandung menghadirkan narasumber istimewa:
Dr. Dasrun Hidayat, SSos., M.I.Kom – Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain Universitas ARS sekaligus Associate Professor.
Melalui pemaparannya, Dr. Dasrun menyampaikan pesan utama dari acara diantaranya adalah bahwa sinergi kerja dan kebahagiaan keluarga selalu berawal dari rumah. Rumah tangga adalah laboratorium komunikasi pertama tempat individu belajar mendengar, memahami, menghargai, dan menyelesaikan masalah.
Keluarga yang harmonis akan melahirkan tenaga pendidik yang fokus, bersemangat, dan lebih mudah bersinergi dengan rekan kerja di sekolah. Sebaliknya, konflik rumah tangga yang tidak selesai bisa terbawa ke lingkungan kerja dan menurunkan produktivitas.
Komunikasi Sehat sebagai Pondasi Sinergi Kerja dan Kebahagiaan Keluarga
Dalam acara ini ditegaskan bahwa komunikasi sehat di rumah adalah fondasi terciptanya sinergi di tempat kerja. Ada lima prinsip utama komunikasi sehat yang dibahas:
- Quality Time – meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga.
- Active Listening – mendengarkan dengan empati, bukan sekadar menunggu giliran bicara.
- Problem Solving – menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
- Apresiasi – memberi penghargaan atas usaha kecil maupun besar.
- Transparansi – membangun kejujuran tanpa rasa takut.
Kelima elemen tersebut menjadi landasan penting agar sinergi kerja dan kebahagaiaan keluarga benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari pada pendidik dan staff sekolah.
Dampak Keharmonisan Keluarga terhadap Produktivitas di Sekolah
Acara ini juga mengingatkan bahwa konflik dalam rumah tangga seringkali berimbas langsung pada dunia kerja. Staff yang mengalami masalah keluarga berpotensi kehilangan fokus, stres, hingga sulit bekerja sama.
Sebaliknya, keluarga yang harmonis mampu meningkatkan produktivitas di sekolah. Mentor menjadi lebih sabar menghadapi siswa, staff lebih telaten mengerjakan tugas, dan sinergi tim pun lebih mudah tercipta. Inilah bukti kuat bahwa sinergi kerja dan kebahagiaan keluarga tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan institusi pendidikan.
Manfaat Work Life Balance bagi Sinergi Kerja dan Kebahagiaan Keluarga
Salah satu poin penting yang mengemuka adalah pentingnya menjaga work-life balance. Dengan keseimbangan hidup yang baik, para pendidik dan staff akan merasakan manfaat seperti:
- Stres berkurang karena pekerjaan tidak membebani kehidupan keluarga.
- Energi lebih banyak karena ada waktu untuk beristirahat.
- Hidup terasa lebih seimbang dan penuh makna.
Work-life balance menjadi kunci agar sinergi kerja dan kebahagiaan tetap terjaga, sehingga kinerja unggul di sekolah dapat tercapai.
Baca juga: Bahaya Menonton Gadget Saat Makan bagi Kesehatan
Sinergi Kerja dan Kebahagiaan Keluarga sebagai Kunci Kinerja Unggul di SMAN 24 Bandung
Melalui acara ini, seluruh staff SMAN 24 Bandung menyadari bahwa kinerja unggul tidak hanya berasal dari strategi pendidikan atau kompetensi individu, tetapi juga dari keharmonisan rumah tangga.
Dengan komunikasi sehat, manajemen konflik, serta penerapan work-life balance, setiap pendidik dan staff mampu menciptakan energi positif yang terbawa ke lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, sinergi kerja dan kebahagiaan keluarga adalah fondasi kuat bagi keberhasilan pendidikan. Dengan keluarga yang bahagia, kerja menjadi sinergis; dengan kerja yang sinergis, pendidikan pun semakin berkualitas.
















Leave a Reply