Sukabumi, 24 Februari 2026 – Seorang anak laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Jampang Kulon. Pelajar kelas 1 SMP tersebut sempat dirawat di IGD hingga ICU akibat luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya.
Korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026). Sebelumnya, pihak keluarga membawa korban ke rumah sakit setelah kondisi kesehatannya memburuk. Ayah korban, Anwar Satibi (38), mengaku awalnya menerima informasi bahwa putranya mengalami demam tinggi hingga kejang. Namun setibanya di rumah, ia mendapati kondisi kulit anaknya sudah melepuh.
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Cibinong Bogor, Satu Pengendara Meninggal Dunia
Dugaan Penganiayaan
Sebelum meninggal dunia, korban sempat memberikan keterangan singkat kepada ayahnya saat berada di IGD. Korban diduga menyampaikan bahwa dirinya dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya. Informasi tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.
Sang ayah meminta dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara jelas dan transparan. Permintaan tersebut dikabulkan untuk mengungkap fakta medis secara objektif.
Baca juga: Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Siswa SMP di Bandung, Diduga Karena Sakit Hati
Hasil Autopsi Sementara
Berdasarkan hasil autopsi tim forensik RS Bhayangkara Sukabumi, ditemukan luka bakar akibat paparan panas di beberapa bagian tubuh, termasuk lengan, kaki, punggung, serta wajah. Selain itu, terdapat pembengkakan pada paru-paru korban.
Sampel organ telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan ada tidaknya faktor lain yang berkontribusi terhadap kematian korban. Hasil laboratorium tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Baca juga: Pria 21 Tahun Ditemukan Tewas di Apartemen Gateway Cicadas Bandung
Proses Hukum Berjalan
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkap fakta secara menyeluruh serta memastikan ada tidaknya unsur pidana yang menyertainya. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat karena melibatkan anak di bawah umur. Pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan.













nisa
ngeri banget pls! kena air panas sedikit aja udah panas banget, apalagi ini yaallah gabisa bayanginn