Lumajang, Jawa Timur, 26 Februari 2026 – Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan laporan resmi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), erupsi terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 06.37 WIB. Sehari sebelumnya, Selasa (24/2) pukul 17.36 WIB, terjadi letusan dengan kolom abu teramati mencapai 3.000 meter di atas puncak atau sekitar 6.676 meter di atas permukaan laut.
Baca juga: Anak SMP di Sukabumi Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan
Aktivitas Vulkanik Semeru Meningkat dalam Sepekan
Dalam laporan pemantauan terbaru, PVMBG mencatat puluhan kali letusan terjadi dalam sepekan terakhir. Aktivitas tersebut disertai gempa letusan dengan amplitudo hingga 22 mm dan durasi mencapai ratusan detik. Data ini menunjukkan dinamika magma di tubuh gunung masih aktif.
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa. Secara administratif, gunung ini berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Status Gunung Semeru Masih Siaga Level III

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Status tersebut menandakan adanya peningkatan aktivitas yang signifikan dan berpotensi menimbulkan erupsi lebih lanjut.
PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 8 kilometer dari puncak. Selain itu, warga juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau pusat erupsi.
Baca juga: Tanah Bergerak di Tegal, 863 Rumah Rusak dan 2.400 Warga Mengungsi
Imbauan Waspada Banjir Lahar dan Awan Panas
Selain potensi lontaran abu vulkanik, masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan awan panas guguran serta banjir lahar, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan puncak. Material vulkanik yang terbawa air berpotensi mengalir melalui sungai-sungai berhulu di Semeru.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru terus melakukan pemantauan visual dan instrumental selama 24 jam. Pemerintah daerah di Lumajang dan Malang juga mengimbau warga untuk tetap tenang, namun meningkatkan kesiapsiagaan terhadap perkembangan aktivitas gunung api.
Hingga laporan ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa akibat erupsi terbaru. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah guna menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.














karina
semoga warga sekitar diberikan keselamatan yaallah