Tanah Bergerak di Tegal, 863 Rumah Rusak dan 2.400 Warga Mengungsi

Tegal, 16 Februari 2026 – Bencana tanah bergerak yang terjadi sejak awal Februari 2026 di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, telah menyebabkan 863 rumah mengalami kerusakan dan memaksa lebih dari 2.400 warga mengungsi hingga pertengahan Februari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kerusakan rumah warga terdiri dari kategori ringan, sedang, hingga berat. Retakan pada bangunan terus bertambah seiring pergerakan tanah yang masih berlangsung secara perlahan dalam beberapa hari terakhir.

 

Baca juga: Cuaca Bandung Sepekan ke Depan Masih Berpotensi Hujan, Warga Diminta Siaga

 

Ribuan Warga Dievakuasi

Hingga 12 Februari 2026, tercatat sekitar 2.461 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mendirikan posko darurat untuk menampung para pengungsi serta menyalurkan bantuan logistik.

Warga diimbau tidak kembali ke rumah masing-masing sebelum kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Pasalnya, tanah di wilayah tersebut masih menunjukkan tanda-tanda pergerakan, terutama setelah hujan turun dengan intensitas cukup tinggi.

 

Baca juga: Sungai Cisadane Tercemar Limbah Pestisida, Ikan Mati Mengapung di Sejumlah Titik

 

Penyebab Tanah Bergerak

tanah bergerak

Menurut kajian sementara dari instansi teknis dan ahli geologi, fenomena ini dipicu oleh kondisi tanah lempung yang labil dan menyerap air dalam jumlah besar. Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu terakhir mempercepat proses rayapan atau creeping, sehingga tanah bergeser secara perlahan dan merusak bangunan di atasnya.

Akibat risiko yang masih tinggi, kawasan terdampak telah ditetapkan sebagai zona merah atau tidak aman untuk dihuni sementara waktu.

 

Baca juga: Sopir yang Tabrak Bocah WNI di Singapura Ditetapkan Jadi Tersangka

 

Pemerintah Siapkan Hunian Sementara

tanah bergerak

 

Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 unit hunian sementara bagi warga terdampak. Hunian ini direncanakan sebagai solusi jangka menengah sambil menunggu proses relokasi permanen dan rehabilitasi wilayah terdampak.

Pemerintah memastikan proses penanganan terus dilakukan secara bertahap, termasuk pendataan ulang kerusakan serta pemetaan area rawan pergerakan tanah. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat.

Bencana tanah bergerak di Tegal ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko di wilayah dengan struktur tanah labil, terutama saat musim hujan berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *