BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem untuk Jabodetabek hingga Bali

Jakarta, 13 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jabodetabek dan Bali, pada pertengahan Februari 2026. Peringatan ini disampaikan menyusul masih aktifnya musim hujan di berbagai daerah.

BMKG menyebutkan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan. Sejumlah wilayah di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan tersebut juga dapat disertai kilat dan angin kencang pada waktu tertentu.

Sementara itu, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar juga mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Bali. Beberapa daerah seperti Denpasar, Badung, Gianyar, Karangasem, dan sekitarnya diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

 

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada

 

Waspada Dampak Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu genangan air, banjir lokal, serta peningkatan debit sungai di wilayah perkotaan. Di daerah perbukitan, kondisi tanah yang jenuh air berisiko menyebabkan tanah longsor.

Selain itu, angin kencang yang menyertai hujan berpotensi menimbulkan pohon tumbang maupun gangguan aktivitas masyarakat. Warga diminta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang berlangsung.

Di wilayah pesisir, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi yang perlu diwaspadai oleh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut.

 

Baca juga: Cuaca Bandung Sepekan ke Depan Masih Berpotensi Hujan, Warga Diminta Siaga

 

Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi

bmkg cuaca ekstrem

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi. Informasi tersebut dapat diakses melalui situs dan aplikasi InfoBMKG. Pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem. Tujuannya adalah meminimalkan dampak yang dapat merugikan masyarakat.

Selama musim hujan masih berlangsung, warga di Jabodetabek hingga Bali diharapkan tetap waspada. Masyarakat juga diminta menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca yang berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *