Publikasi jurnal Scopus dan SINTA bukan lagi mimpi jauh bagi mahasiswa. Nabila Damayani Marzaman, lulusan Ilmu Komunikasi ARS University, membuktikan bahwa dengan semangat, bimbingan yang tepat, dan dukungan lingkungan, mahasiswa pun bisa menembus publikasi ilmiah bereputasi nasional dan internasional. Simak bagaimana Nabila menghadapi jatuh bangunnya proses ini, mulai dari riset hingga revisi akhir.

Dua Publikasi, Dua Pengalaman Berbeda
Nabila berhasil menembus dua jurnal ilmiah sekaligus. Artikel pertamanya dipublikasikan di jurnal internasional SEARCH dari Taylor University Malaysia (Scopus Q2) dengan judul “Pengaruh Penggunaan AI Influencer terhadap Pesan pada Beauty Brand Campaign di Instagram”.
Sedangkan artikel keduanya diterbitkan di jurnal Komunikator Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (SINTA 2) berjudul “Pengaruh Penggunaan Bahasa Inggris terhadap Penggunaan Bahasa Sunda pada Gen Z di Kota Bandung”, yang ia tulis bersama rekannya, Rena Delianti.
“Perjalanannya seru banget. Dibilang susah juga iya, dibilang gampang juga enggak. Tapi karena banyak dibantu orang-orang baik, prosesnya jadi lebih ringan,” ungkap Nabila.
Tantangan: Dari Manajemen Waktu hingga Revisi Reviewer
Meski terdengar mulus, perjuangan Nabila tentu tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah manajemen waktu, karena ia menjalani kuliah sambil bekerja.
“Capek banget sih kadang, istirahat jadi minim. Apalagi olah data pakai metode kuantitatif itu bikin otak lumayan panas,” katanya.
Tak hanya itu, tantangan juga datang di tahap revisi, ketika harus menyesuaikan tulisan dengan permintaan reviewer jurnal.
“Pas revisi, rasanya harus ulang belajar semuanya lagi. Tapi ya itulah prosesnya,” tambahnya.
Baca juga :Publikasi Scopus dan Sinta: 13 Mahasiswa ARS University Ukir Prestasi
Peran Dosen Pembimbing dalam Proses Publikasi
Nabila mengungkapkan bahwa keberhasilannya tak lepas dari peran dosen pembimbing, khususnya Dr. Dasrun Hidayat, yang banyak memberikan arahan teknis maupun motivasi.
“Pak Dasrun sangat terbuka untuk diskusi dan sabar banget saat aku banyak nanya. Itu bantu aku banget buat tetap jalan terus,” ujarnya.
Tips untuk Mahasiswa yang Ingin Publikasi
Bagi adik tingkat yang ingin masuk dunia public relations atau mengejar publikasi jurnal, Nabila menyarankan untuk membangun lingkungan pertemanan yang suportif.
“Lingkungan yang positif itu penting banget. Aku bisa sampai tahap ini karena ada mereka. Kalau sendiri, mungkin udah tumbang duluan.” tutupnya.
















Leave a Reply