Bandung — Kompetisi inti ARSTrobot 2025 menjadi jantung dari rangkaian acara ARS Robotic Battle of Technology tahun ini. Meski baru pertama kali digelar, kualitas persaingan yang ditampilkan peserta langsung menunjukkan level yang serius dan menjanjikan. Empat kategori lomba yang dipertandingkan bukan sekadar ajang adu menang dan kalah, melainkan ruang pembuktian kemampuan teknis, kreativitas, serta kesiapan generasi muda menghadapi dunia teknologi.
Sejak pagi, arena perlombaan dipenuhi aktivitas peserta yang melakukan kalibrasi robot, uji sensor, hingga simulasi strategi. Atmosfer kompetisi terasa hidup. Setiap kategori menyuguhkan karakter tantangan yang berbeda, namun semuanya bermuara pada satu hal: ketepatan desain, kecermatan pemrograman, dan ketahanan mental peserta.
RC Sumo Jadi Adu Strategi dan Mental

Kategori RC Sumo menjadi salah satu lomba paling menyita perhatian. Format head-to-head membuat setiap pertandingan berlangsung intens sejak awal. Di kategori junior, tim MIBOTIC dari MI Muhammadiyah Kabupaten Boyolali tampil impresif dan berhasil mengungguli Isykariman 1 dari Pesantren Isykariman Bogor dengan skor 3–1.
Amira Dinda Azzahira, peserta MIBOTIC, mengaku kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga.
“Semangat terus buat teman-teman yang belum juara. Jangan pantang menyerah,” ujarnya usai pertandingan.
Di kategori senior, duel berlangsung tak kalah sengit. Tim Almutazam dari SMAIT Al Multazam Bandung keluar sebagai juara setelah menaklukkan Antares SM AM dengan skor 3–1. Ghina Aghniya Rohendi dan Hasna Humaira Azzahra mengaku tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini.
“Seru banget, benar-benar pengalaman yang luar biasa,” kata mereka.
Baca juga: ARSTrobot 2025 Hadirkan Kompetisi Robotika Nasional
Creative Robot Tampilkan Imajinasi Tanpa Batas

Jika RC Sumo menonjolkan kekuatan dan kontrol, kategori Creative Robot justru menjadi etalase kreativitas. Peserta diberi kebebasan mengembangkan konsep robot sesuai ide masing-masing.
Di kategori junior, Qonita Lutviana Azizah dari MTs Al-Inayah Kota Bandung meraih nilai tertinggi, disusul Jawara Bot dari Kabupaten Subang. Sementara di kategori senior, persaingan ketat antar peserta MAN 1 Bekasi menghasilkan Aciefef sebagai peraih juara pertama.
Karya-karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa robotika tidak hanya soal mesin, tetapi juga tentang ide, fungsi, dan imajinasi yang terstruktur.
Line Follower dan Soccer Robot Uji Presisi Teknologi

Kategori Line Follower menjadi ajang pembuktian ketepatan sensor dan kecepatan respons robot. Peserta dari SMP Bina Qurani Islamic Boarding School Kota Bogor mendominasi kategori junior, sementara kategori senior dimenangkan oleh tim Edgerunners dari MAN 3 Jakarta.
Sementara itu, Robot Soccer menyajikan kompetisi paling atraktif. Pertandingan berlangsung dominan dengan skor telak. Di kategori junior, Soccer Al-Multazam mengalahkan Isykariman 3 dengan skor 10–0. Pada kategori senior, Antares SC tampil solid dan menundukkan YowesBen dengan skor 8–0.
Kualitas Peserta Jadi Modal Masa Depan

Meski ARSTrobot baru pertama kali digelar, juri menilai kualitas peserta sudah berada pada level yang menjanjikan. Banyak tim menunjukkan pemahaman teknis yang matang, mulai dari desain mekanik hingga logika pemrograman.
Panitia menyebut kompetisi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem robotika yang berkelanjutan. Dengan respons positif peserta dan tingginya antusiasme sekolah dari berbagai daerah, ARSTrobot direncanakan kembali digelar pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar.
ARSTrobot 2025 membuktikan bahwa kompetisi robotika bukan sekadar persaingan dan perlombaan, tetapi ruang tumbuh bagi inovator muda Indonesia.
















Leave a Reply