Cakaran Kucing Bisa Sebabkan Rabies: Lakukan Ini Segera

Banyak orang mengira rabies hanya datang dari gigitan anjing, padahal cakaran kucing dapat menularkan rabies jika kucing tersebut sudah terinfeksi. Luka kecil yang terlihat sepele bisa menjadi gerbang masuk virus mematikan ini ke tubuh manusia. Cakaran tersebut bisa menyebabkan luka terbuka yang menjadi jalur masuknya virus ke dalam tubuh manusia, terutama jika kucing tersebut menjilat cakarnya terlebih dahulu sebelum mencakar.

Hal ini menjadi perhatian khusus karena masyarakat sering kali meremehkan luka cakaran dari kucing dan tidak menyadari potensi bahayanya.

 

Penjelasan Ahli

Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo, dosen dan ahli veteriner dari Institut Pertanian Bogor (IPB University). Ia menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat terhadap berbagai cara penularan rabies, tidak hanya melalui gigitan tetapi juga melalui luka cakaran atau luka yang terkena air liur hewan rabies.

cakaran

Isu ini disoroti dan disampaikan melalui media pada awal Agustus 2025 melalui Kompas.com, sebagai bagian dari upaya edukasi masyarakat menyambut Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada bulan September. Momentum ini digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies yang masih menjadi masalah di beberapa wilayah di Indonesia. (Sumber: Kompas.com)

 

Baca juga: Sampah Plastik: Apa yang Kita Buang Kembali ke Hidup Kita

 

Risiko di Daerah Endemis

Kejadian ini sangat relevan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum bebas rabies seperti beberapa wilayah di Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara. Di daerah tersebut, kontak langsung dengan hewan liar atau peliharaan yang belum divaksinasi sangat berisiko.

Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi. Bila kucing menjilat bagian tubuhnya, termasuk kukunya, kemudian mencakar manusia, air liur yang mengandung virus dapat terbawa melalui cakaran dan masuk ke luka.

Masyarakat sering kali tidak menyadari bahwa kucing pun bisa terkena rabies, terutama jika berkeliaran di luar rumah dan berinteraksi dengan hewan liar lainnya seperti musang, kelelawar, atau anjing liar. Inilah sebabnya vaksinasi rabies untuk kucing juga sangat penting.

 

Langkah Pertolongan Pertama setelah Dicakar Kucing

  1. Cuci luka secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit untuk menghilangkan virus dari permukaan luka.
  2. Gunakan antiseptik seperti povidone iodine atau alkohol.
  3. Segera ke fasilitas kesehatan (Puskesmas/Rumah Sakit).
  4. Ikuti arahan medis untuk vaksinasi rabies (VAR) atau imunoglobulin rabies (SAR).
  5. Pantau kondisi kucing selama 10–14 hari. Jika menunjukkan gejala rabies seperti gelisah, agresif, takut air, kejang, atau mati mendadak, segera laporkan ke dinas kesehatan atau dinas peternakan setempat.

 

Pencegahan Rabies

  1. Vaksinasi rabies secara rutin untuk kucing dan anjing peliharaan.
  2. Jangan biarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas di daerah endemis rabies.
  3. Edukasi anak-anak untuk tidak bermain dengan hewan liar atau yang tidak diketahui status kesehatannya.

 

Jangan Remehkan Cakaran Kucing

Cakaran kucing bukan luka ringan biasa. Di balik luka kecil bisa tersembunyi ancaman virus rabies yang mematikan jika tidak ditangani dengan tepat. Edukasi, pencegahan, dan penanganan cepat adalah kunci utama melindungi diri dan keluarga dari risiko rabies.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *