SMAN 2 Pamekasan Tolak Menu MBG Lele Mentah

Pamekasan, Jawa Timur, 10 Maret 2026– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah salah satu sekolah menolak paket makanan yang didistribusikan kepada siswa. Penolakan tersebut terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan setelah pihak sekolah menemukan menu yang dinilai tidak layak untuk dibagikan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 9 Maret 2026, ketika sekolah menerima distribusi makanan yang diperuntukkan untuk beberapa hari sekaligus, yakni mulai 9 hingga 11 Maret 2026. Dalam paket makanan tersebut terdapat beberapa bahan makanan seperti tempe, tahu, dan ikan lele.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak sekolah, diketahui bahwa ikan lele yang dikirim dalam paket tersebut masih dalam kondisi mentah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena makanan tersebut berpotensi tidak layak konsumsi apabila langsung dibagikan kepada para siswa.

 

Menu Lele Mentah Jadi Sorotan

sman 2 pamekasan

Dalam paket MBG yang diterima sekolah, terdapat satu ekor ikan lele mentah serta potongan tempe dan tahu. Menu tersebut langsung menjadi perhatian karena makanan belum diolah atau dimasak seperti yang biasanya diberikan dalam program makan sekolah.

Pihak sekolah menilai kondisi tersebut berisiko jika tetap dibagikan kepada siswa. Selain karena ikan masih mentah, makanan juga dikhawatirkan akan cepat rusak apabila disimpan terlalu lama dalam kemasan.

Beberapa pengajar yang memeriksa paket makanan tersebut menyatakan bahwa ikan lele bahkan masih terlihat belum dibersihkan sepenuhnya. Kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap standar kebersihan serta keamanan makanan yang akan diberikan kepada siswa.

 

Baca juga: BMKG: La Niña Berakhir, Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang

 

Sekolah Pilih Kembalikan Paket Makanan

Atas pertimbangan tersebut, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk tidak membagikan paket makanan tersebut kepada siswa. Semua paket MBG yang diterima kemudian dikembalikan kepada pihak penyedia.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan agar siswa tidak mengonsumsi makanan yang berpotensi tidak layak.

Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa mereka tetap mendukung program makan bergizi bagi siswa. Namun kualitas makanan yang disalurkan harus memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

 

Viral di Media Sosial

Peristiwa penolakan menu MBG ini kemudian viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mempertanyakan proses pengawasan distribusi makanan dalam program tersebut.

Sebagian pihak menilai kejadian ini harus menjadi evaluasi agar program makan bergizi di sekolah dapat berjalan dengan lebih baik. Pengawasan terhadap kualitas makanan serta proses distribusi dinilai penting agar tujuan program untuk meningkatkan gizi siswa dapat tercapai dengan optimal.

Sementara itu, pihak terkait diharapkan dapat melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap penyedia makanan serta mekanisme distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *