JAKARTA – (5/10/2026) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan pendidikan, terutama terkait akses pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta kebijakan pendidikan nasional.
BEM SI membawa empat tuntutan utama. Mahasiswa mendesak pembahasan dan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dilakukan secara partisipatif dan komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak dalam prosesnya.
Tuntutan berikutnya adalah meminta pemerintah merealisasikan pendidikan gratis yang dapat diakses masyarakat. BEM SI juga mendesak peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan yang dinilai memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan.
Baca juga: Karhutla Kembali Membara di Tembikar Kanan, Api Dekati Permukiman
Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah menjamin keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam penerapan kebijakan pendidikan tinggi gratis. BEM SI menilai keberlanjutan PTS perlu diperhatikan agar kebijakan pendidikan gratis tidak menimbulkan persoalan baru bagi penyelenggara pendidikan.
Koordinator BEM SI Jabodetabek Adelia mengatakan mahasiswa juga mendesak DPR segera melanjutkan pembahasan RUU Sisdiknas dan meminta keterlibatan mahasiswa dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) maupun pembahasan regulasi tersebut.
Untuk mengamankan rangkaian aksi, sebanyak 3.983 personel gabungan disiagakan. Personel terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta pengamanan dalam DPR. Pengaturan lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR, termasuk Jalan Gatot Subroto, dilakukan secara situasional berdasarkan kondisi massa dan arus kendaraan.
Pada sore hari, aksi di sekitar Gedung DPR juga sempat memanas setelah terjadi pembakaran ban dan aksi saling dorong antara massa LMND dan aparat. Kedua kelompok tersebut sama-sama menyuarakan isu pendidikan gratis, tetapi berada dalam kelompok massa yang berbeda.
Aksi BEM SI tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap arah kebijakan pendidikan nasional. Empat tuntutan yang disampaikan berfokus pada pembenahan regulasi, pemerataan akses pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, serta keberlanjutan PTS. (Robby)
















Leave a Reply