Ketika berlari, banyak orang spontan berhenti dan langsung membungkuk dalam untuk mengikat ulang tali sepatu yang terlepas. Meski terlihat wajar, posisi kepala yang berada lebih rendah daripada jantung justru dapat memicu gangguan aliran darah dan membuat tubuh kehilangan keseimbangan. Para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat berisiko, terutama jika dilakukan saat tubuh sedang berada pada fase kerja fisik tinggi.
Lonjakan Aliran Darah ke Otak Bisa Sebabkan Pusing dan Pandangan Gelap

Dalam kondisi berlari, jantung memompa darah lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Ketika seseorang tiba-tiba membungkuk, aliran darah menuju otak meningkat secara mendadak. Perubahan ini bisa menimbulkan sensasi berkunang-kunang, pandangan menggelap, hingga pusing berat. Pada beberapa kasus, orang bahkan dapat hampir jatuh atau kehilangan kestabilan sesaat setelah bangun dari posisi tersebut. Gangguan ini muncul karena tubuh tidak sempat menyesuaikan perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.
Selain aliran darah ke otak yang berubah, posisi membungkuk mendalam saat jantung sedang bekerja keras juga membuat sistem peredaran darah terganggu. Napas terasa tersengal, dada terasa tidak nyaman, dan ritme jantung menjadi tidak teratur. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering muncul pada orang yang memiliki tekanan darah rendah, anemia, atau mereka yang sedang sangat kelelahan. Individu yang baru mulai berolahraga atau memiliki gangguan keseimbangan juga berada dalam kelompok yang lebih rentan.
Baca juga: Manfaat Tidur Siang : Kenapa Tidur Singkat Itu Penting?
Risiko Lebih Tinggi Saat Berhenti Mendadak dan Kondisi Tubuh Lelah
Risiko paling besar biasanya terjadi ketika seseorang berlari dalam intensitas tinggi, napas belum stabil, atau berhenti terlalu mendadak. Situasi seperti ini kerap ditemui di lintasan lari, taman ketika jogging, hingga area gym saat menggunakan treadmill. Bahkan pada olahraga seperti badminton, kebiasaan menunduk mendadak untuk mengikat sepatu juga bisa memicu efek serupa.
Cara Aman Mengikat Sepatu Saat Berolahraga

Para ahli menyarankan agar pelari tidak menghentikan laju secara tiba-tiba. Langkah yang lebih aman adalah memperlambat kecepatan terlebih dahulu sebelum berhenti sepenuhnya. Posisi tubuh juga sebaiknya tidak membungkuk dalam. Cara yang dianjurkan adalah menekuk lutut dengan posisi setengah jongkok agar kepala tetap sejajar dengan jantung. Jika napas masih sangat berat, duduk tegak sesaat sebelum mengikat sepatu dinilai lebih aman untuk mencegah gangguan aliran darah.
Meski sering dianggap sepele, cara mengikat sepatu saat berolahraga ternyata dapat berpengaruh pada keselamatan. Memahami mekanisme tubuh dan menghindari perubahan posisi yang terlalu drastis bisa membantu mencegah pusing, ketidakseimbangan, maupun cedera kecil lainnya saat berlari.














Leave a Reply