Karhutla Terlihat di Anjir Muara, Batola Berstatus Tanggap Darurat

BARITO KUALA, (16/10/2026) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilaporkan terjadi di Kalimantan Selatan. Kali ini, kobaran api terlihat di kawasan KM 20, Desa Anjir Muara Kota, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, dalam video yang beredar di media sosial pada Kamis (15/10/2026).

Rekaman tersebut memperlihatkan api membakar lahan terbuka hingga menerangi langit malam. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ditemukan keterangan resmi yang secara khusus memastikan luas lahan terbakar, penyebab kejadian, maupun perkembangan penanganan api di lokasi tersebut.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya penanganan karhutla di Kabupaten Barito Kuala. Pemerintah kabupaten menaikkan status penanganan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat pada Selasa (13/10/2026), setelah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

 

Baca juga: Bawa Tabung Oksigen, Kreator Malaysia Desak Prabowo Atasi Kabut Asap

 

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah daerah menyiapkan tiga posko utama di Marabahan, Mandastana, dan Alalak. Posko tersebut digunakan untuk mengoordinasikan upaya pemadaman serta distribusi kebutuhan operasional bagi petugas dan relawan.

Sementara itu, data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan yang diberitakan ANTARA mencatat, karhutla di wilayah provinsi tersebut mencapai 4.926 kejadian dengan luas lahan terdampak sekitar 27.202,97 hektare selama periode 1 Januari hingga 14 Oktober 2026. Kabupaten Barito Kuala termasuk wilayah yang terdampak, dengan 467 kejadian dan luas lahan sekitar 3.276,82 hektare berdasarkan rekapitulasi BPBD provinsi.

BPBD Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan serta segera melaporkan indikasi kebakaran kepada petugas atau instansi terkait. Warga juga perlu berhati-hati terhadap dampak asap dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan penanganan karhutla. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *