Pentingnya SDG 3 untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pentingnya SDG 3 tak hanya soal kesehatan fisik, tapi juga kesejahteraan menyeluruh. SDGs 3 bertujuan untuk menjamin kehidupan sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia—hal yang krusial dalam pembangunan berkelanjutan.
Sebaliknya, kesehatan yang baik memungkinkan individu berpartisipasi aktif dalam masyarakat dan perekonomian. Oleh karena itu, investasi pada sektor kesehatan adalah investasi masa depan bangsa.
Beberapa target utama SDG 3 antara lain:
- Menurunkan angka kematian ibu dan
- Mengakhiri penyakit menular seperti AIDS, tuberkulosis, dan
- Meningkatkan kesehatan mental dan
- Mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan penyalahgunaan
- Memastikan akses layanan kesehatan berkualitas dan terjangkau bagi
- Meningkatkan penelitian, pengembangan, serta distribusi vaksin dan obat-obatan
Terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia, mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan universal menghadapi tantangan besar. Keterbatasan fasilitas kesehatan, ketimpangan distribusi tenaga medis, dan akses yang masih belum merata menjadi kendala utama. Pandemi COVID-19 memberi pukulan keras pada sistem kesehatan, mengungkapkan betapa rentannya negara kita terhadap krisis kesehatan serta dampaknya yang luas bagi perekonomian dan sosial.
Selain penyakit fisik, isu kesehatan mental yang sering diabaikan kini mulai mendapat perhatian penting. Masalah stres, depresi, dan gangguan mental lain yang meningkat selama pandemi perlu penanganan serius untuk memastikan kesejahteraan holistik bagi masyarakat.
Strategi Pentingnya SDG 3 di Indonesia dan Kota Bandung
Dalam video tersebut menekankan bahwa strategi efektif melibatkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Untuk konteks Indonesia dan khususnya Kota Bandung, beberapa langkah strategis yang relevan antara lain:
1. Penguatan Sistem Kesehatan di Daerah
Memperkuat fasilitas kesehatan hingga ke pelosok, seperti puskesmas dan posyandu, supaya layanan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan layanan yang berkualitas.
2. Peningkatan Edukasi dan Kesadaran Kesehatan Masyarakat
Kampanye kesehatan yang berkelanjutan penting untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan penyakit dan pentingnya gizi seimbang, sehingga dapat menekan angka gizi buruk dan stunting yang masih menjadi problem di beberapa wilayah, termasuk Bandung.
3. Pemanfaatan Teknologi Digital
Telemedicine dan aplikasi kesehatan dapat membantu menjembatani kesenjangan layanan, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
4. Kebijakan dan Pendanaan Prioritas Kesehatan
Pemerintah perlu memastikan dukungan kebijakan yang kuat dan alokasi dana memadai, khususnya untuk program vaksinasi, pengadaan obat esensial, serta pelaksanaan pelayanan kesehatan mental.
Baca juga: Sampah Plastik: Apa yang Kita Buang Kembali ke Hidup Kita
Kesejahteraan dan Kemiskinan di Kota Bandung
Selain kesehatan, aspek kesejahteraan juga sangat erat kaitannya dengan penanggulangan kemiskinan, yang merupakan salah satu indikator sosial penting dalam mencapai pentingnya SDG 3. Di Kota Bandung, meskipun terjadi penurunan, kemiskinan masih menjadi tantangan signifikan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung pada Maret 2024, persentase penduduk miskin di Kota Bandung tercatat sebesar 3,87% dari total populasi yang sekitar 2,56 juta jiwa.
Jumlah penduduk miskin di Kota Bandung pada tahun 2023 tercatat sekitar 102.800 orang, menunjukkan penurunan dari angka 112.500 pada tahun 2021, namun tetap ada lebih dari seratus ribu warga hidup di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Bandung pada Maret 2024 ditetapkan sebesar Rp 614.707 per kapita per bulan, angka yang menunjukkan batas minimum kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan.
Tingginya angka kemiskinan berdampak pada akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya, yang pada gilirannya memengaruhi kondisi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai program sosial dan perlindungan sosial oleh pemerintah kota terus digalakkan untuk membantu mengurangi kemiskinan ekstrem dan meningkatkan taraf hidup warga, termasuk bantuan sosial dan jaminan perlindungan bagi keluarga pra-sejahtera.
Menyelesaikan masalah kemiskinan tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan fisik tetapi juga mental dan sosial masyarakat, memperkuat pencapaian SDGs 3 secara menyeluruh.
Pendekatan yang terpadu antara kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sosial menjadi strategi utama agar Kota Bandung mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Masyarakat juga harus aktif mengambil peran dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, seperti menerapkan pola hidup sehat, mengikuti imunisasi lengkap, serta berpartisipasi dalam program kesehatan masyarakat.
Di Kota Bandung, misalnya, upaya menurunkan angka gizi buruk dan stunting melalui pemberian makanan tambahan dan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu telah berjalan. Namun masyarakat tetap perlu dukungan edukasi gizi dan kesadaran untuk memperkuat hasil positif ini.
Kesejahteraan Mental: Komponen Tak Terpisahkan
Masalah gangguan mental sering terabaikan namun berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas hidup. Meningkatkan akses layanan kesehatan mental perlu menjadi prioritas agar kesejahteraan masyarakat tercapai secara menyeluruh.
Dampak Positif SDGs 3 bagi Pembangunan Berkelanjutan
Secara umum, masyarakat sehat adalah fondasi kemajuan ekonomi dan sosial. Pencapaian SDGs 3 akan mengurangi kemiskinan melalui peningkatan produktivitas dan pendidikan masyarakat. Selain itu, beban biaya kesehatan yang berkurang dapat dialihkan untuk sektor lain yang menunjang pembangunan nasional.
Studi Kasus
Di dalam video menyoroti keberhasilan program vaksinasi dan pengendalian penyakit menular di beberapa komunitas di Indonesia. Ini membuktikan bahwa strategi tepat serta kolaborasi lintas sektor membuat target SDGs 3 bukan sekadar impian.
SDGs 3 bukan hanya agenda global, namun kebutuhan dasar manusia agar dapat hidup sehat dan bermakna. Kesehatan dan kesejahteraan membentuk pondasi utama pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait, cita-cita kesehatan universal akan terwujud.
Di dalam isi video tersebut mengajak kita semua berperan nyata dalam mendukung pentingnya SDG 3, melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, menyebarkan informasi kesehatan, dan mendukung kebijakan pemerintah yang mendukung kesehatan masyarakat.
Dengan langkah tersebut, kita membangun dunia yang lebih sehat dan sejahtera untuk generasi mendatang.
Ditulis oleh : Ajeng Rahma Cantika Aprilia, Miftah Fauzani.
















Leave a Reply