ARStrobot 2026 Dorong Pelajar Kenali Drone untuk Respons Bencana

BANDUNG – (21/9/2026) Teknologi drone mulai dikenalkan kepada pelajar tidak hanya sebagai perangkat untuk menerbangkan dan mengambil gambar, tetapi juga sebagai teknologi yang dapat mendukung kebutuhan kemanusiaan. Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus ARStrobot 2026 – Youth Drone Pilot Competition yang digelar di Aula ARS University, Bandung, Minggu (20/9/2026).

Kompetisi ini merupakan kolaborasi ARS University dengan IEEE Communications Society (ComSoc) Indonesia Chapter. Tahun ini, kegiatan diikuti 35 peserta yang terbagi dalam kategori Junior tingkat SD/SMP dan Senior tingkat SMA/SMK. Berdasarkan keterangan panitia, 34 peserta hadir dalam kompetisi karena satu peserta berhalangan mengikuti lomba karena sakit.

Ketua Panitia ARStrobot 2026, Eldeast Jane Abdul Fitra, S.I.P., M.M., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kecepatan menerbangkan drone. Menurutnya, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi drone untuk logistik bencana, respons darurat, hingga misi kemanusiaan.

“Ars Robots 2026 itu bukan hanya untuk lomba kecepatan saja. Tujuannya bagaimana teknologi drone ini nantinya bisa digunakan untuk kebutuhan nyata,” ujarnya.

 

Baca juga: ARStrobot 2026 Jangkau 180 Siswa, Siapkan Inovasi Robotik untuk Disabilitas

 

Kompetisi tersebut menghasilkan enam pemenang dari dua kategori. Pada kategori Junior, juara pertama diraih Fazriel Ardiansyah dari SMP Muhammadiyah 3 Bandung. Posisi berikutnya ditempati Nagalizzy Putra Kusdinar dari SMP Plus Intan Alsali dan Khaizan Zafif Azzamy dari SMP Plus Alghifari. Sementara itu, kategori Senior menempatkan Muchammad Adhitya Pratama dari SMA Yadika Sumedang sebagai juara pertama. Disusul Muhammad Asri Al Latif dari SMK MVP ARS Internasional dan Abdurraffa Muhammad Amri dari SMKN 13 Bandung.

Sebelum kompetisi, rangkaian ARStrobot juga menyasar lingkungan sekolah. Panitia menyebut program edukasi telah menjangkau 180 siswa dari sembilan sekolah. Selain itu, workshop Drone 4 Teacher digelar dengan 16 pengajar pada Juli 2026.

Melalui rangkaian tersebut, ARStrobot diarahkan untuk membangun keterampilan teknologi. Kegiatan ini juga mengenalkan potensi drone dalam menghadapi kondisi darurat. Panitia menyiapkan ARStrobot 2027 dengan rencana pengembangan lengan robotik untuk membantu penyandang disabilitas.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran teknologi bagi pelajar. Program ini juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan inovasi drone untuk kebutuhan kemanusiaan. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *