JAKARTA, (1/11/2026) – Kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi sasaran operasi pemberantasan narkoba pada Minggu (1/11/2026). Penggerebekan yang melibatkan 1.816 personel gabungan tersebut berujung pada pengamanan 29 orang serta penyitaan berbagai barang bukti narkotika dan senjata.
Operasi dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dengan melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Polres Metro Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Brimob. Petugas bergerak menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk menjangkau kawasan Kampung Bahari dan Muara Bahari.
Setibanya di lokasi, personel gabungan menyisir sejumlah lapak di sepanjang bantaran rel kereta api hingga permukiman warga. Penyisiran dilakukan pada titik-titik yang diduga menjadi lokasi transaksi dan penyalahgunaan narkotika.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyampaikan bahwa jumlah orang yang diamankan dalam pembaruan terakhir mencapai 29 orang. Mereka selanjutnya akan menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan keterlibatan masing-masing.
Dari penggeledahan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa ratusan gram sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, Happy Five, serta cartridge yang diduga mengandung etomidate. Polisi juga menemukan mesin pencetak ekstasi, alat isap atau bong, timbangan, senjata tajam, senjata api, dan amunisi.
Baca juga: Kebakaran Surya Kencana Bogor, Tiga Ruko Terdampak
Dalam pelaksanaannya, operasi sempat mendapat perlawanan. Bismo menyebut gangguan tersebut diduga sebagai upaya mengalihkan perhatian petugas dari titik utama sasaran. Namun, penyisiran tetap dilanjutkan hingga sejumlah barang bukti berhasil diamankan.
Setelah penggerebekan, Kapolda Metro Jaya mendorong penataan lingkungan Kampung Bahari agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran narkoba. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyatakan dukungan dan menginstruksikan jajaran Forkopimda Jakarta Utara untuk menindaklanjuti penataan bersama aparat terkait.
Polisi menyatakan akan terus memburu pihak yang diduga menjadi bandar serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menata lapak-lapak di sekitar jalur kereta api yang diduga digunakan sebagai lokasi transaksi. (Robby)
















Leave a Reply