JAKARTA, (3/11/2026) – Ratusan massa menggelar aksi demonstrasi menolak konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Massa membawa bendera Palestina berukuran besar dan sejumlah poster yang berisi tuntutan pembatalan konser.
Aksi tersebut diikuti sejumlah elemen masyarakat, termasuk Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan Front Persaudaraan Islam (FPI). Pembina GPCI, Ustaz Bachtiar Nasir, menyampaikan bahwa penolakan muncul karena pihaknya menilai Andrea Bocelli belum menunjukkan keberpihakan terhadap kemerdekaan Palestina dan kondisi kemanusiaan di Gaza. Ia juga mengajak masyarakat memboikot penyelenggara serta sponsor konser.
Baca juga: Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Patung Bundaran HI
Penolakan tersebut berkaitan dengan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sebelumnya mendesak pemerintah membatalkan konser. MUI menyoroti rekam jejak Bocelli, terutama partisipasinya dalam acara penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010 serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022. Hal tersebut menjadi salah satu alasan MUI menyatakan keberatan terhadap penyelenggaraan konser di Indonesia.
Meski mendapat penolakan, promotor Shoemaker Live tetap melanjutkan konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Promotor menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan berdialog dengan sejumlah pihak. Penyelenggara juga menyebut konser membawa pesan perdamaian serta diharapkan memberikan dampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk mengamankan kegiatan, sebanyak 2.411 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah dikerahkan. Pihak kepolisian mengimbau peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib serta mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan JIExpo. (Robby)
















Leave a Reply