CIREBON, (22/10/2026) – Sebanyak 395 orang terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat. Data Dinas Kesehatan Kota Cirebon per 22 Oktober 2026 mencatat 218 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Mayoritas korban merupakan anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Korban juga mencakup balita, orang dewasa, dan seorang lansia.
Kasus ini bermula pada Selasa (20/10/2026), ketika sejumlah penerima manfaat MBG mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan. Gejala yang dilaporkan meliputi mual, muntah, sakit perut, dan diare. Para korban mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon.
Menu sup telur puyuh menjadi salah satu makanan yang banyak dikeluhkan. Dinas Kesehatan setempat menyebut sejumlah korban mengeluhkan kuah sup yang terasa asam. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca juga: Video Menu MBG di SDN Sukahurip 06 Bekasi Viral, Jeroan Ayam Jadi Sorotan
Sampel makanan dari proses memasak untuk distribusi pagi dan siang telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tingkat 2 di bawah Labkesda Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan menggunakan metode biakan diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya 14 hari sejak sampel diterima pada 21 Oktober. Dalam laporan DPRD Kota Cirebon pada 26 Oktober, hasil pemeriksaan tersebut belum tersedia.
Sebagai tindak lanjut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 05 dihentikan sementara. Kepala SPPG tersebut juga telah dicopot dari jabatannya pada 23 Oktober, sementara pemeriksaan terkait pengadaan dan pengolahan bahan makanan masih berlanjut. Salah satu temuan yang disampaikan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon adalah pengadaan telur puyuh dari pihak luar untuk kemudian diproses, yang dinilai perlu diperiksa berdasarkan ketentuan pengolahan bahan di dapur SPPG. Langkah ini belum berarti penyebab keracunan telah dipastikan.
DPRD Kota Cirebon turut mendesak evaluasi terhadap prosedur operasional standar seluruh SPPG di wilayahnya untuk mencegah kejadian serupa. Hingga laporan terbaru yang ditemukan, penyebab pasti kasus ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (Robby)















Leave a Reply