ISPU Palangka Raya Tembus 1.247, Kabut Asap Ganggu Aktivitas Warga

PALANGKA RAYA, (24/10/2026) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (24/10/2026). Asap yang semakin pekat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan.

Berdasarkan data Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya yang diberitakan iNews, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 11.00 WIB mencapai 1.247 dan masuk kategori berbahaya. Pada waktu yang sama, BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mencatat jarak pandang sekitar 100 meter akibat asap tebal yang mengandung partikel dan polutan di atmosfer.

Sejumlah kawasan, termasuk Jalan Yos Sudarso, Bundaran Besar, dan Jalan Tjilik Riwut, dilaporkan tertutup kabut asap. Kondisi ini membuat pengendara harus lebih berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

 

Baca juga: Remaja Main Api di WAWL Temanggung, Rumput Kering Sempat Terbakar

 

Berdasarkan laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah hingga 23 Oktober 2026, terdapat 6.952 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai 20.108,18 hektare di tingkat provinsi. Khusus Palangka Raya, tercatat 957 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 1.286,94 hektare.

Kondisi mulai membaik pada Senin (26/10/2026) setelah hujan mengguyur Palangka Raya selama hampir dua jam pada dini hari. Pantauan di sejumlah ruas jalan menunjukkan kabut asap mulai menipis dan jarak pandang membaik. Meski begitu, data pemantauan saat itu masih menunjukkan kualitas udara berada pada tingkat sangat tidak sehat.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya juga memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada 26–28 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan pemantauan kualitas udara pada 22–25 Oktober untuk melindungi peserta didik dari paparan asap.

Masyarakat diimbau tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara. Pemantauan kualitas udara dan perkembangan penanganan karhutla tetap diperlukan agar aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *