Karhutla Kalteng Masih Meluas, 10.700 Personel Dikerahkan

KALIMANTAN – (20/9/2026) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian utama di sejumlah wilayah Kalimantan. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan tekanan tertinggi sehingga pemerintah terus memperkuat pemadaman darat dan operasi udara.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, hingga Selasa (22/9) pukul 21.20 WIB terdapat 643 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah. Jumlah tersebut meningkat dari 228 titik pada hari sebelumnya. Kalimantan Selatan mencatat 68 titik, sedangkan Kalimantan Barat 50 titik. Kementerian Kehutanan menegaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu dan perlu diverifikasi di lapangan.

BNPB sebelumnya mencatat periode 1 Januari hingga 19 September 2026 terdapat sekitar 3.800 kejadian karhutla di Kalimantan Tengah. Luasan yang ditangani mencapai hampir 13.000 hektare, sementara analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencatat area terbakar sekitar 7.634 hektare. Kondisi asap pekat juga membuat jarak pandang di sejumlah wilayah turun hingga sekitar 500 meter.

Penanganan di lapangan kini lebih banyak mengandalkan operasi darat. Sekitar 10.700 personel dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, dan unsur lainnya telah dikerahkan. Peralatan seperti drone thermal, mesin pompa, selang, serta kendaraan operasional juga digunakan untuk memperkuat pemadaman.

 

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Poros Bontang–Samarinda, Jarak Pandang Terbatas

 

Operasi udara tetap dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) periode 20–29 September. Namun, asap tebal dan keterbatasan jarak pandang membuat sejumlah helikopter water bombing tidak dapat beroperasi secara maksimal. BNPB juga mengoperasikan dua pesawat OMC dari Kalimantan Selatan dan Pangkalan Bun dengan sasaran Pulang Pisau, Kuala Kapuas, dan Palangka Raya.

Pengendalian karhutla turut mendapat dukungan internasional. Jepang mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung water bombing di Kalimantan Barat. Sementara itu, Malaysia menawarkan tiga helikopter, satu pesawat, dan 52 personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran di Kalimantan.

BMKG menyebut kondisi atmosfer yang relatif kering masih meningkatkan potensi karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan. Fenomena El Niño yang sangat kuat juga berkontribusi terhadap kondisi kering dan meningkatnya risiko kebakaran.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi memburuk, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *