PAPUA SELATAN, (29/10/2026) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan masih menjadi perhatian pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 455 hektare lahan masih dalam penanganan berdasarkan laporan harian per 2 November 2026 pukul 17.00 WIB.
Luas tersebut merupakan bagian dari total 1.256 hektare lahan yang masih ditangani di enam provinsi. Selain Papua Selatan, penanganan karhutla juga berlangsung di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur.
Upaya pengendalian di Papua Selatan turut dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hingga 31 Oktober, operasi tersebut telah melaksanakan 13 sorti penerbangan dengan penggunaan 13.000 kilogram natrium klorida (NaCl) untuk mendukung pembentukan awan hujan.
Baca juga: Karhutla Saleman Masuk Hari ke-15, Warga Dibantu Air Bersih
Meski demikian, pemantauan udara oleh BNPB pada 31 Oktober masih menemukan kepulan asap dan sejumlah titik api di beberapa lokasi di Kabupaten Merauke. Wilayah ini menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan karhutla di Papua Selatan.
BMKG menyebut fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat turut memengaruhi berkurangnya curah hujan, terutama di wilayah selatan khatulistiwa. Untuk Merauke dan sekitarnya, peluang hujan diprakirakan masih relatif rendah pada awal November, kemudian meningkat secara bertahap mulai pertengahan bulan.
Pemerintah pun terus memperkuat pemantauan dan pemadaman, sekaligus meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya pencegahan diperlukan agar kebakaran tidak kembali meluas selama kondisi kering masih berlangsung. (Robby)
















Leave a Reply