Dugaan Keracunan MBG di Batang, 498 Orang Terdampak

BATANG – (23/9/2026) Sedikitnya 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami keluhan kesehatan pada Rabu (23/9/2026) setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya dari SPPG Bawang. Para warga mengalami gejala seperti mual dan pusing hingga harus mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pada laporan awal Rabu malam, Wakil Bupati Batang Suyono menyebut 276 orang terdampak. Mereka mendapat penanganan di sejumlah fasilitas, termasuk puskesmas, RSUD Limpung, dan RSUD Kalisari Batang. Keluhan muncul beberapa jam setelah makanan MBG dikonsumsi.

Jumlah tersebut kemudian bertambah. Pemkab Batang pada Jumat (25/9) melaporkan korban dugaan keracunan mencapai 498 orang. Sekitar 200 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis, sementara pasien lainnya masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

 

Baca juga: 352 Siswa Lombok Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG

 

Berdasarkan pemeriksaan awal Badan Gizi Nasional (BGN), ditemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur. Pengolahan telur disebut dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB, lebih awal dari ketentuan yang seharusnya dimulai setelah pukul 02.00 WIB. BGN juga menemukan beberapa bagian dapur yang perlu mendapat perhatian dari sisi kebersihan. Temuan tersebut masih menjadi bagian dari investigasi dan belum menjadi kesimpulan penyebab keracunan.

Pemkab Batang dan tim kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium. Menu telur sempat disebut sebagai dugaan awal yang berkaitan dengan keluhan korban, tetapi pemerintah belum memastikan sumber penyebab sebelum hasil pemeriksaan keluar.

Sebagai tindak lanjut, SPPG Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang dihentikan sementara selama 30 hari. BGN juga melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan, kondisi dapur, penerapan SOP, hingga distribusi makanan. Sementara itu, Pemkab Batang memastikan biaya perawatan korban ditanggung pemerintah daerah.

Kasus tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait keamanan pangan dan pengawasan proses penyediaan makanan. Penanganannya berkaitan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perlindungan kesehatan masyarakat. (Robby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *